Batusangkar – Menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan sekadar memperoleh pekerjaan, mengenakan seragam, dan menerima gaji setiap bulan. Di balik status sebagai abdi negara, melekat tanggung jawab besar untuk menjaga integritas, menjauhi perilaku yang merusak martabat aparatur, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Pesan tegas itu disampaikan Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, saat menutup kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Retret ASN Formasi Tahun 2024 dan 2025 di Islamic Centre Batusangkar, Sabtu (31/10/2026).
Di hadapan 65 ASN yang baru saja menjalani pembekalan selama tiga hari, Ahmad Fadly secara khusus mengingatkan bahaya judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) yang berpotensi menjerumuskan aparatur ke dalam persoalan finansial, merusak kehidupan keluarga, hingga berdampak terhadap pelaksanaan tugas pemerintahan.
Peringatan tersebut menjadi salah satu penekanan penting dalam kegiatan yang diarahkan untuk membentuk aparatur berkarakter, disiplin, profesional, dan memiliki kesadaran bahwa jabatan serta pekerjaan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Menurut Ahmad Fadly, kualitas seorang ASN tidak cukup diukur dari kemampuan administratif maupun penguasaan tugas semata. Etika, kedisiplinan, integritas, dan tanggung jawab dalam melayani masyarakat juga harus menjadi landasan utama.
“Untuk mewujudkan ASN yang sejahtera dan mandiri, patuhi segala tata tertib, peraturan, dan ketentuan yang berlaku. Hindari kebocoran finansial yang berbahaya, bekerja dengan ikhlas, dan selalu meminta pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” pesan Ahmad Fadly.
Ia menekankan, setiap ASN harus mampu menjaga diri dari perilaku yang dapat mengganggu stabilitas keuangan pribadi maupun keluarga, termasuk praktik judi online dan penggunaan pinjaman online yang berisiko menimbulkan persoalan.
Bagi Ahmad Fadly, pembentukan karakter aparatur menjadi bagian penting dalam menciptakan birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Karena itu, hasil retret tidak boleh berhenti sebatas kegiatan seremonial maupun pembekalan selama tiga hari. Nilai-nilai yang diperoleh harus tercermin dalam sikap, perilaku, serta peningkatan kinerja ketika peserta kembali bertugas di organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing.
“Mulailah bekerja dengan semangat baru. Yang terpenting, tingkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Wabup juga menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai salah satu langkah memperkuat kualitas sumber daya aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tanah Datar, Ronal Satria, menjelaskan bahwa kegiatan retret berlangsung sejak Kamis (29/10/2026) hingga Sabtu (31/10/2026).
Sebanyak 65 ASN mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 38 perempuan dan 27 laki-laki. Mereka berasal dari formasi CPNS dan PPPK tahun 2024, serta lulusan sekolah kedinasan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2025.
Menurut Ronal, kegiatan ini dirancang bukan hanya untuk menambah pengetahuan peserta, tetapi juga memperkuat mentalitas, kedisiplinan, integritas, serta kesiapan menghadapi dinamika dan tuntutan pelayanan pemerintahan.
Selama tiga hari, peserta menjalani serangkaian kegiatan dengan jadwal yang telah diatur secara ketat, mulai dari bangun pagi, pelaksanaan salat berjamaah lima waktu, mengikuti pembekalan, hingga waktu istirahat.
Pola kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun kebiasaan disiplin, tanggung jawab, dan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan waktu dalam menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah.
Ronal berharap pembentukan karakter selama retret dapat memberikan dampak nyata terhadap perilaku kerja dan kualitas pelayanan publik di masing-masing perangkat daerah.
Untuk memastikan keberlanjutan hasil pembekalan, BKPSDM juga akan memantau perkembangan kinerja para peserta melalui aplikasi e-Kinerja.
Dengan demikian, pembinaan ASN diharapkan tidak berakhir setelah kegiatan retret ditutup, melainkan berlanjut melalui penilaian dan pemantauan kinerja dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Sebagai bentuk apresiasi, pada akhir kegiatan Wakil Bupati Ahmad Fadly didampingi Kepala BKPSDM Ronal Satria menyerahkan piagam penghargaan kepada peserta terbaik atas kedisiplinan dan partisipasi mereka selama mengikuti retret.
Retret tiga hari itu pun menjadi titik awal pembuktian bagi 65 ASN Tanah Datar. Tantangan sesungguhnya kini menanti di lingkungan kerja masing-masing, ketika kedisiplinan, integritas, dan komitmen pelayanan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar menjadi pesan yang didengar selama pembekalan.
(Irfan)







