Beritanda.net – Disiplin, kekompakan, dan solidaritas tidak boleh berhenti sebatas slogan atau tumbuh hanya ketika mengikuti kegiatan bersama. Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM, mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) agar menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai budaya kerja dalam menjalankan tugas pemerintahan dan melayani masyarakat.
Pesan itu disampaikan Eka Putra saat memantau langsung kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Retreat ASN Formasi Tahun 2024 dan 2025 di lapangan tenis kompleks perkantoran Bupati Tanah Datar, Pagaruyung, Jumat (30/10/2026). Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala BKPSDM Ronal Satria.
Di hadapan 65 peserta retreat, Eka Putra menegaskan bahwa kedisiplinan dan kekompakan merupakan modal utama dalam membangun aparatur yang solid, profesional, serta memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan.
Menurutnya, seorang ASN tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan individu. Dibutuhkan kepedulian, kerja sama, dan semangat saling membantu agar roda pemerintahan berjalan efektif dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kekompakan, disiplin dan jiwa sportivitas ASN, sekaligus menumbuhkembangkan rasa solidaritas terhadap sesama,” ujar Eka Putra.
Ia juga mengingatkan agar semangat kebersamaan yang dibangun selama retreat tidak luntur setelah kegiatan berakhir. Justru, nilai-nilai tersebut harus dibawa ke lingkungan kerja dan diwujudkan melalui sikap saling menghargai, peduli terhadap rekan kerja, serta mampu bekerja sebagai satu tim.
Bupati berharap kegiatan peningkatan kapasitas dan retreat ini menjadi momentum bagi ASN formasi 2024 dan 2025 untuk memperkuat karakter, membangun solidaritas, sekaligus meningkatkan rasa tanggung jawab dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat.
Ia menegaskan, setiap ASN harus mampu menjaga sikap, kedisiplinan, dan profesionalisme. Sebab, keberadaan aparatur pemerintah bukan sekadar menjalankan rutinitas birokrasi, melainkan memastikan setiap kebutuhan dan kepentingan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik.
Dengan demikian, semangat retreat tidak cukup diukur dari kekompakan selama kegiatan berlangsung, tetapi dari perubahan sikap, etos kerja, dan kualitas pelayanan setelah para ASN kembali menjalankan tugasnya.
(Irfan)







