Beritanda.net– Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Jipang, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, baru akan digelar pada 2027.
Kendati masih cukup jauh, sejumlah figur mulai mempersiapkan diri dan memperkenalkan gagasan kepada masyarakat.
Salah satunya Sumiarti (39), yang menyatakan kesiapannya maju dalam Pilkades Jipang 2027.
Tak sekadar menawarkan diri sebagai calon pemimpin desa, Sumiarti bersama suaminya, Kusnan, membawa sejumlah gagasan yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi warga, pemerintahan yang terbuka, serta kepemimpinan yang mengedepankan amanah.
Kusnan menilai pembangunan desa seharusnya tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur. Pembangunan harus mampu menciptakan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Apalah arti sebuah pembangunan jika ekonomi masyarakat tidak bisa menikmati. Selagi mampu, masih amanah,” kata Kusnan, Selasa (18/8/2026).
Kepala Desa Bukan untuk Mencari Kekayaan
Bagi Kusnan, jabatan kepala desa bukanlah sarana untuk mengumpulkan kekayaan. Seorang pemimpin, kata dia, justru harus memiliki kesiapan untuk memberikan waktu, tenaga, bahkan berkorban demi kepentingan masyarakat.
“Level pimpinan harus kaya, jangan untuk mencari uang. Kalau mau kaya, jangan mengumpulkan pundi-pundi uang lewat pemerintahan,” ujarnya.
Menurutnya, kemandirian seorang pemimpin penting agar kebijakan yang diambil tidak dipengaruhi kepentingan pribadi.
“Jadi pimpinan harus berani tekor,” tegasnya.
Gaji dan Tanah Bengkok untuk Kepentingan Warga
Gagasan lain yang disampaikan Khusnan menyangkut pemanfaatan gaji dan tanah bengkok kepala desa.
Jika Sumiarti nantinya mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin Desa Jipang, ia menyampaikan rencana agar pendapatan tersebut dikumpulkan dan dialokasikan kembali untuk kepentingan masyarakat melalui RT.
“Bengkok dan gaji dikumpulkan. Tiga bulan dibagikan ke RT,” katanya.
Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk komitmen untuk menjadikan jabatan kepala desa sebagai amanah pelayanan kepada masyarakat.
UMKM Didorong, Pinjaman Berbunga Tinggi Ditekan
Penguatan ekonomi masyarakat juga menjadi salah satu fokus yang ditawarkan.
Kusnan ingin pelaku UMKM di Jipang memperoleh akses permodalan yang lebih mudah, sehat, dan tidak membebani.
“Tidak ada bank plecit masuk desa. Harus ada solusi, dana segar, dana lunak tanpa bunga untuk UMKM,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat harus memiliki pilihan sumber modal yang lebih aman agar usaha dapat berkembang tanpa harus terjebak dalam utang berbunga tinggi.
Selain persoalan permodalan, ia juga menyoroti praktik penjualan produk secara langsung hingga ke tingkat RT.
Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan edukasi agar tidak menjadi korban pola perdagangan yang berujung pada beban cicilan.
“Yang jadi korban masyarakat karena harus mencicil,” katanya.
Bangun Desa, Sekaligus Bangun Kemandirian Warga
Kusnan menegaskan, gagasan yang dibawa bersama Sumiarti bukan semata soal pembangunan fisik.
Menurutnya, desa harus mampu menciptakan ekosistem yang membuat masyarakat memiliki kesempatan untuk berkembang secara ekonomi.
Ia berharap Pilkades Jipang 2027 nantinya menjadi momentum adu gagasan dan rekam jejak, bukan sekadar persaingan memperoleh jabatan.
“Seorang pimpinan yang baik adalah berjuang untuk diri sendiri dulu, baru urusan masyarakat,” ujarnya.
Sumiarti pun diharapkan dapat membawa warna baru dalam kepemimpinan Desa Jipang dengan mengedepankan transparansi, pelayanan, pemberdayaan ekonomi, serta semangat gotong royong.
Bagi mereka, ukuran keberhasilan seorang kepala desa bukan hanya seberapa banyak pembangunan yang mampu diwujudkan, tetapi seberapa jauh masyarakat ikut tumbuh dan merasakan manfaat dari pembangunan tersebut.
(TS)







