Beritanda.net – Gelora sepak bola usia dini mewarnai Lapangan Sungai Dareh, Kabupaten Dharmasraya. Selama dua hari, 26–27 September 2026, talenta-talenta muda dari sejumlah daerah tampil penuh semangat dalam ajang Dharmasraya Grassroots Championship (DGC) 2026.
Turnamen yang mempertandingkan kategori U-10 dan U-12 tersebut tak sekadar menjadi arena perebutan gelar juara. DGC 2026 juga menjadi ruang bagi pemain usia dini untuk menambah pengalaman bertanding, mengasah kemampuan, membangun kedisiplinan, sekaligus belajar menjunjung tinggi sportivitas.
Persaingan ketat tersaji sejak pertandingan berlangsung. Para pemain muda menunjukkan keberanian, kerja sama tim dan semangat pantang menyerah untuk membawa tim masing-masing meraih hasil terbaik.
Pada kategori U-10, MadeWa Dharmasraya tampil sebagai juara pertama setelah menunjukkan performa konsisten sepanjang turnamen. Posisi juara kedua ditempati Bungo Gipsum dari Muaro Bungo.
Sementara itu, Bintang Muda dan Idola City Junior harus berbagi posisi sebagai juara ketiga bersama kategori U-10. Keduanya turut memberikan warna dalam persaingan hingga fase akhir kompetisi.
Persaingan tak kalah menarik terjadi pada kategori U-12. SSB Soska Sijunjung berhasil merebut gelar juara pertama, disusul SSB Tara Grup Jambi sebagai juara kedua.
Adapun posisi juara ketiga bersama diraih Pulma Junior dan Padang Tujuah Pasaman Barat.

Tak hanya memberikan penghargaan kepada tim terbaik, panitia DGC 2026 juga memberikan apresiasi individual kepada pemain dan penjaga gawang yang dinilai tampil menonjol sepanjang turnamen.
Untuk kategori U-10, penghargaan Best Player diberikan kepada Arkan Bayanaka dari SSB MadeWa Dharmasraya. Sementara Faiza dari SSB Bungo Gipsum Jambi dinobatkan sebagai Kiper Terbaik.
Pada kategori U-12, penghargaan Best Player diraih Daud dari SSB Tara Grup Jambi. Sedangkan penghargaan Kiper Terbaik diberikan kepada Aufar dari SSB Soska Sijunjung.
Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, pelaksanaan DGC 2026 menjadi bagian dari proses pembinaan sepak bola usia dini. Di lapangan, para pemain belajar bahwa sepak bola bukan hanya tentang mencetak gol dan mengangkat trofi, tetapi juga tentang kerja sama, disiplin, menghormati lawan dan menerima hasil pertandingan dengan sportif.
Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian penting dalam membangun mental bertanding generasi muda agar mereka memiliki pengalaman dan karakter yang dibutuhkan untuk melangkah ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
Panitia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pemain, pelatih, official, orang tua, perangkat pertandingan, sponsor serta berbagai pihak yang telah mendukung penyelenggaraan DGC 2026 hingga dapat berlangsung dengan baik.
Berakhirnya DGC 2026 bukan berarti berakhir pula perjalanan para pemain muda. Justru dari lapangan Sungai Dareh, langkah dan mimpi baru diharapkan terus tumbuh.
Melalui kompetisi ini, semakin banyak talenta muda dari Dharmasraya dan daerah sekitarnya diharapkan memperoleh ruang untuk berkembang, menambah jam terbang, serta menunjukkan kemampuan menuju prestasi sepak bola yang lebih tinggi.
(Afriza Dedek)







