Beritanda.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman menegaskan komitmennya menjaga adat dan seni budaya lokal dengan meminta organisasi kepemudaan dan sanggar seni tampil sebagai garda terdepan pelestarian adat sekaligus benteng moral generasi muda.
Bupati Pasaman Welly Suhery menyebut, ditengah kekhawatiran memudarnya identitas budaya, generasi muda harus terdepan menguatkan nilai-nilai kearifan lokal.
Penyataan itu disampaikan Welly Suhery ketika menghadiri pengukuhan kepengurusan Pemuda-Pemudi Tuah Basamo Andilan, Kecamatan Duo Koto, sekaligus peresmian Sanggar Seni Budaya Aua Sarumpun, Minggu (24/5).
Dikatakan Welly, keberadaan organisasi kepemudaan dan sanggar seni tidak sekadar seremonial, tetapi harus menjadi motor penggerak pelestarian adat dan budaya di Pasaman, khususnya di Kecamatan Duo Koto.
Ia menilai, Pasaman tidak hanya membutuhkan generasi muda yang cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang memiliki karakter kuat, memahami adat istiadat, serta memiliki fondasi keagamaan yang kokoh.
“Pasaman tidak hanya butuh generasi yang cerdas, tetapi juga generasi yang kuat karakternya, memahami adat istiadat, dan kuat dalam bidang keagamaan,” paparnya.

Sejalan, Bupati Pasaman sekaligus memberikan apresiasi terhadap penampilan Sanggar Seni Budaya Aua Sarumpun yang menyuguhkan beragam kesenian tradisional dari berbagai daerah. Penampilan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa generasi muda masih memiliki kepedulian terhadap warisan budaya dan kearifan lokal.
Menurut Welly, aktivitas kesenian juga sejalan dengan program unggulan Pemkab Pasaman melalui Pekan Kreativitas Anak Nagari yang terus didorong sebagai wadah pengembangan bakat generasi muda.
“Kedepan, setiap kreativitas anak nagari akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Generasi yang aktif dalam kegiatan positif akan terjaga dari pengaruh yang tidak baik,” ujarnya.
Menandai kehadirannya, Welly Suhery mengucapkan selamat kepada kepengurusan baru Pemuda-Pemudi Tuah Basamo Andilan serta pengurus Sanggar Seni Budaya Aua Sarumpun, dengan harapan menjadi ruang pembinaan generasi muda sekaligus penjaga nilai adat dan budaya Pasaman.
Menyambut itu, Sahrul Munaz selaku ninik mamak setempat, menyampaikan apresiasi tinggi dan terimakasih atas kehadiran Bapak Bupati dalam pengukuhan organisasi kepemudaan dan sanggar seni Duo Koto.
” Kami berharap kepengurusan baru mampu mengangkat potensi daerah serta menjaga kebersamaan masyarakat,” pesan Sahrul Munaz
(M. A)





