Beritanda.net – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tanah Datar menggelar penyuluhan kesehatan reproduksi perempuan yang dirangkai dengan pemeriksaan skrining kanker leher rahim, Senin (29/6/2026), di Aula Kantor TP PKK Tanah Datar.
Kegiatan yang diikuti pengurus TP PKK kabupaten, kecamatan, hingga nagari tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman kaum perempuan tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta melakukan deteksi dini kanker leher rahim melalui pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) dan metode DNA HPV Co-Testing.
Pemeriksaan IVA merupakan metode sederhana, cepat, dan terjangkau untuk mendeteksi perubahan sel pada leher rahim sebelum berkembang menjadi kanker serviks. Dengan deteksi dini, peluang keberhasilan penanganan menjadi lebih tinggi sehingga dapat menurunkan risiko kematian akibat kanker serviks.

Dalam kesempatan itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putra, SE, mengajak seluruh pengurus dan kader PKK di semua tingkatan agar tidak ragu melakukan pemeriksaan IVA secara rutin.
“Jangan malu memeriksakan kesehatan reproduksi. Kanker serviks sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Melalui pemeriksaan rutin, perubahan yang berpotensi menjadi kanker dapat diketahui lebih dini sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan peluang kesembuhan pun jauh lebih besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan IVA dapat diketahui hanya dalam hitungan menit serta telah tersedia di banyak puskesmas, klinik, dan rumah sakit dengan biaya yang relatif terjangkau.
Senada dengan itu, Staf Ahli TP PKK Kabupaten Tanah Datar, Ny. dr. Dwinanda Ahmad Fadly, mengatakan kanker leher rahim masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia. Sebagian besar kasus bahkan baru terdeteksi saat telah memasuki stadium lanjut.
“Karena itu, perempuan yang sudah pernah melakukan hubungan suami istri sangat dianjurkan melakukan skrining, baik melalui pemeriksaan IVA maupun metode DNA HPV Co-Testing, seperti yang dilaksanakan pada kegiatan ini,” katanya.

Sementara itu, narasumber kegiatan, dr. Roza, menyampaikan bahwa Indonesia menempati peringkat ketiga angka kematian akibat kanker di kawasan Asia Tenggara. Jenis kanker yang paling banyak ditemukan antara lain kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru, dan kanker kolorektal.
Menurutnya, cakupan skrining kanker di Indonesia masih rendah. Hanya sekitar 20 persen perempuan yang berisiko menjalani pemeriksaan kanker payudara maupun kanker leher rahim setiap tahunnya.
Ia menjelaskan, rendahnya angka pemeriksaan dipengaruhi berbagai faktor, di antaranya kurangnya pengetahuan tentang kanker dan upaya pencegahannya, rasa malu atau takut diperiksa, tidak mendapat dukungan dari suami, tidak mengetahui lokasi pemeriksaan, hingga anggapan bahwa kanker merupakan aib.
Melalui penyuluhan dan skrining ini, TP PKK Kabupaten Tanah Datar berharap semakin banyak perempuan yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan melakukan deteksi dini sebagai langkah nyata menekan angka kejadian serta kematian akibat kanker leher rahim.
(Irfan)







