Beritanda.net – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Dharmasraya terus diperkuat. Tak hanya menyiagakan personel, Polres Dharmasraya juga menggandeng elemen masyarakat, termasuk komunitas trail, untuk membantu melakukan patroli dan pemantauan di wilayah yang rawan Karhutla.
Langkah tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan Satgas Anti Karhutla Polres Dharmasraya yang ditandai dengan pelaksanaan apel kesiapsiagaan di sejumlah wilayah, yakni Kecamatan Sungai Rumbai, Koto Baru, Sitiung dan Pulau Punjung.
Apel tersebut menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso WP, S.I.K, M.A.P, MH, mengatakan pencegahan Karhutla tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan personel kepolisian. Dibutuhkan sinergi dengan pemerintah daerah, masyarakat, komunitas serta seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui deteksi wilayah rawan, patroli, edukasi kepada masyarakat hingga respons cepat ketika ditemukan titik atau potensi kebakaran.
Hal tersebut, kata Kapolres, sejalan dengan komitmen Polres Dharmasraya melalui semangat BERSAHAJA (Bersama, Santun, Harmoni, Jaga dan Jaya) dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Keterlibatan komunitas trail dinilai memberikan kekuatan tambahan dalam upaya pemantauan wilayah. Dengan kendaraan roda dua yang memiliki mobilitas tinggi, komunitas tersebut dapat membantu menjangkau kawasan yang sulit dilalui kendaraan patroli biasa.
“Komunitas trail memiliki mobilitas kendaraan roda dua yang tinggi, sehingga mampu menjangkau wilayah-wilayah yang sulit. Tentunya, ini akan memperkuat deteksi dini sekaligus mempercepat penyampaian informasi ketika ditemukan potensi kebakaran,” terang Kapolres Dharmasraya saat berada di Gunung Medan, Sabtu (29/8/2026).
Ia menegaskan, sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, masyarakat, komunitas dan seluruh pemangku kepentingan merupakan kunci dalam menjaga Dharmasraya dari ancaman Karhutla.
“Kita berharap dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, potensi Karhutla dapat dideteksi dan dicegah sedini mungkin. Pencegahan merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Dengan memperluas jaringan pencegahan hingga melibatkan komunitas masyarakat, Polres Dharmasraya berharap pengawasan terhadap wilayah rawan Karhutla semakin efektif, sehingga potensi kebakaran dapat segera diketahui dan ditangani sebelum meluas.
(Afriza dedek)







