Beritanda.net – Gerakkan budaya gemar membaca, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani diwakili Sekda Medison, buka Festival Literasi Tahun 2026,Selasa (28/7/2026), di Gedung Layanan Perpustakaan Umum Daerah, Komplek Sport Center, Koto Padang.
Membacakan sambutan Bupati, Sekda Medison mengapresiasi langkah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, berikut pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan festival literasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di tengah perkembangan teknologi dan transformasi digital.
Kata Medison, literasi tidak lagi dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi lebih berorientasi kepada kemampuan memahami, mengolah, menganalisis, serta memanfaatkan informasi secara bijak. Sehingga mampu mendorong inovasi, kreativitas, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena kualitas SDM unggul, hanya dapat dibangun melalui budaya literasi kuat.
Apalagi dengan keberadaan Gedung Layanan Perpustakaan Umum Daerah, yang merupakan investasi strategis pemkab Dharmasraya, tentu diharapkan berkembang menjadi pusat pembelajaran, dan pusat kreativitas masyarakat. Sehingga menjadi ruang edukasi inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Terhadap itu, Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan setempat, Asri, S.Pd, MM menyampaikan, Festival Literasi Kabupaten Dharmasraya Tahun 2026 diselenggarakan selama tiga hari, dimulai dari tanggal 28 hingga 30 Juli 2026.
“Festival Literasi bertujuan untuk meningkatkan budaya baca, serta memperkuat gerakan literasi masyarakat, hingga mengoptimalkan peran perpustakaan sebagai pusat belajar sepanjang hayat,”ujarnya.
Selama pelaksanaannya, festival menghadirkan Gelar Wicara Inspiratif bersama Ketua Pimpinan Pusat Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau, Prof. Dr. Ir. Puti Reno Raudha Thaib, MP, penulis novel best seller Boy Candra dan content creator sekaligus influencer.
Pengunjung juga dapat menikmati Pameran Produk Literasi dan Produk Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Menampilkan hasil karya masyarakat, layanan perpustakaan, serta berbagai produk pemberdayaan masyarakat binaan perpustakaan.
Festival ini turut dimeriahkan dengan Penampilan Literasi Budaya Daerah berupa seni, sastra, bertutur, pembacaan puisi, dan berbagai pertunjukan budaya.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang belajar, ruang berkarya, dan ruang kolaborasi yang mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya baca sekaligus melestarikan nilai budaya lokal.
(Afriza Dedek)







