Beritanda.net – Kawasan Batang Agam mulai dipersiapkan bukan sekadar sebagai jalur penghubung, tetapi sebagai ruang publik yang dapat menghidupkan aktivitas olahraga, wisata, dan kegiatan masyarakat di Kota Payakumbuh.
Keseriusan itu terlihat saat Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta bersama Sekretaris Daerah Rida Ananda dan jajaran Pemerintah Kota Payakumbuh meninjau langsung progres pembangunan sejumlah infrastruktur di kawasan tersebut, Senin (5/10/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan pembangunan jalan yang tengah dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum berjalan sesuai rencana. Pemko Payakumbuh menargetkan pekerjaan fisik tersebut dapat dirampungkan pada November 2026.
“Pembangunan jalan saat ini sedang dikerjakan dan berjalan sesuai dengan rencana. Kami menargetkan selesai pada November tahun ini,” kata Wali Kota Zulmaeta di sela-sela peninjauan.
Menurut Zulmaeta, pembangunan jalan di Kawasan Batang Agam memiliki fungsi yang lebih luas dibanding sekadar meningkatkan kelancaran akses kendaraan. Infrastruktur tersebut sekaligus menjadi bagian dari penataan kawasan yang nantinya diharapkan mampu menyediakan ruang publik yang representatif bagi masyarakat.
“Di samping untuk meningkatkan akses jalan di Kawasan Wisata Batang Agam, nanti juga bisa dimanfaatkan untuk olahraga masyarakat. Kita ingin kawasan ini nantinya lebih hidup dan memberikan ruang yang aman bagi masyarakat,” ujarnya.
Pengembangan infrastruktur tersebut menjadi salah satu langkah awal Pemko Payakumbuh dalam menata Kawasan Batang Agam agar dapat berkembang sebagai kawasan olahraga sekaligus destinasi pariwisata daerah.
Namun, pemerintah tidak ingin terburu-buru membuka seluruh potensi kawasan sebelum infrastruktur dasarnya benar-benar siap. Untuk tahap awal, pembangunan diarahkan pada penyelesaian jalan serta berbagai sarana dan prasarana pendukung.
Setelah infrastruktur dasar tersedia, pemerintah akan mendorong pemanfaatan kawasan secara lebih luas, termasuk untuk aktivitas olahraga masyarakat, kegiatan komunitas, hingga pengembangan sektor wisata.
“Fokus kita sekarang menyelesaikan infrastruktur dan sarana-prasarana terlebih dahulu. Setelah itu baru kita kembangkan berbagai pemanfaatannya,” pungkas Zulmaeta.
(Fathiya)







