Beritanda.net – Empat warga menjadi korban setelah galodo menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin malam. Satu di antaranya mengalami luka berat, sementara tiga lainnya mengalami luka ringan.
Galodo menerjang kawasan Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok, Kecamatan Gunung Talang, sekitar pukul 19.45 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Senin sore.
Material pasir, batu, lumpur dan air dalam jumlah besar meluncur dari hulu Sungai Batang Laso setelah longsoran bukit terjadi di sekitar aliran sungai. Material kemudian menerjang kawasan perkantoran dan permukiman warga hingga meluber ke badan Jalan Raya Solok-Padang.
Korban luka berat adalah Muhammad Nur Zen (56), ASN PPPK paruh waktu pada Bagian Umum Setda Kabupaten Solok. Warga Perumahan Clemira River View, Jorong Kayu Aro, itu mengalami fraktur pada alat gerak bawah disertai perdarahan.
Muhammad Nur Zen kemudian dirujuk ke Semen Padang Hospital (SPH), Kota Padang, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Tiga korban lainnya mengalami luka ringan. Muslihat (54), warga Kediri, menjalani rawat jalan di RSUD Arosuka.
Kemudian Anggiat Sirait (66), warga Nagari Koto Gaek Guguk, menjalani observasi pascatrauma. Sementara Yurnalis (45), warga Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, mengalami nyeri pada tangan kiri dan kaki setelah dihantam galodo.
Selain korban luka, bencana tersebut juga memaksa sekitar 50 warga meninggalkan tempat tinggal dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Para pengungsi antara lain ditampung di Mapolres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok.
Puluhan Rumah dan Kantor Pemerintahan Terdampak
Dampak galodo tidak hanya menimpa warga. Sekitar 100 unit rumah dilaporkan terdampak material banjir bandang.
Jumlah tersebut masih merupakan data sementara karena BPBD Kabupaten Solok masih melakukan pendataan terhadap rumah warga dan lahan pertanian yang terdampak.
Di kawasan pusat pemerintahan, sejumlah gedung juga tertimbun material.
Kantor DPRD Kabupaten Solok menjadi salah satu bangunan yang terdampak cukup parah dengan timbunan material mencapai sekitar 60 sentimeter.
Kantor Bapenda dan Bapelitbang masing-masing tertimbun sekitar 40 sentimeter. Inspektorat Daerah sekitar 30 sentimeter.
Sementara Kantor Dinas PUPR tertimbun material sekitar 30 sentimeter, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari sekitar 20 sentimeter, serta Kantor BKPSDM sekitar 20 sentimeter.
Kantor Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan masing-masing juga tertimbun material sekitar 40 sentimeter.
Bencana turut menyebabkan sedikitnya tujuh kendaraan terdampak, terdiri dari empat kendaraan dinas dan tiga kendaraan milik masyarakat.
Tidak hanya bangunan pemerintahan dan rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga terdampak. Satu jembatan penghubung jalan utama Arosuka tertimbun material sehingga belum dapat dilalui. Masjid Kayu Aro juga tertimbun material longsor.
Akses Jalan Tertutup Material
Besarnya material yang terbawa galodo membuat sejumlah akses terganggu. Pasir, batu dan lumpur menutup beberapa titik di kawasan Arosuka, termasuk ruas Jalan Raya Solok-Padang.
Tim gabungan kemudian dikerahkan untuk membuka akses sekaligus membantu warga yang terdampak.
Penanganan awal dipimpin Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, SS, S.I.K. Personel Dit Samapta Polda Sumatera Barat, Sat Brimob Polda Sumbar, BPBD Provinsi Sumbar, Polres Solok, Polsek Gunung Talang, Kodim 0309 Solok serta BPBD Kabupaten dan Kota Solok ikut terlibat dalam penanganan.
Tiga alat berat juga diterjunkan, terdiri dari satu excavator, satu wheel loader dan satu beko dozer.
Alat berat digunakan untuk membersihkan material pasir, batu, lumpur dan longsoran yang menutup akses jalan maupun kawasan terdampak.
Wabup Minta Warga Waspada
Wakil Bupati Solok H. Candra bersama pimpinan DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir dan Armen Pelani, langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi warga terdampak.
Candra meminta masyarakat tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang masih berada di kawasan berisiko.
“Jangan panik, tetapi tetap waspada. Kalau kondisi tempat tinggal tidak memungkinkan, silakan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Keselamatan masyarakat adalah yang paling utama,” kata Candra.
Ia juga mengajak seluruh unsur masyarakat bergotong royong dalam penanganan bencana.
“Kita Pemerintah Kabupaten Solok akan selalu ada bersama masyarakat. Mari kita saling berkolaborasi dan bergotong royong dalam menghadapi cobaan ini,” ujarnya.
Hingga proses penanganan berlangsung, petugas masih melakukan pendataan terhadap dampak galodo, termasuk kerusakan bangunan, rumah warga dan lahan pertanian.
(Irman Kuto)





