Beritanda.net – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TPPKK) Kabupaten Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra menekankan pentingnya perhatian terhadap sanitasi lingkungan dan perencanaan keluarga sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta mencegah stunting.
Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan langsung sekaligus Launching Pembangunan WC dan Sanitasi yang baik bagi keluarga bayi atau balita rawan stunting di salah satu rumah warga di Jorong Mawar I Nagari Lubuak Jantan Kecamatan Lintau Buo Utara, Kamis (24/09/2026).
Menurut Ny. Lise, stunting tidak hanya berkaitan dengan kurangnya asupan makanan bergizi, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang kurang sehat, salah satunya sanitasi.
“Stunting terjadi ketika pertumbuhan anak tidak sesuai dengan usianya. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya makanan bergizi dan kondisi lingkungan yang kurang bersih. Karena itu, sanitasi menjadi salah satu hal penting yang harus kita perhatikan, dari itu TPPKK menggandeng BAZNAS mewujudkan sanitasi yang baik bagi keluarga rawan stunting,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemerintah bersama Tim Penggerak PKK terus berupaya hadir hingga ke tingkat keluarga untuk melihat secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Salah satunya kondisi sanitasi rumah warga yang membutuhkan perhatian.

Dalam kunjungan tersebut, Ny. Lise menyampaikan bahwa pemerintah bersama Tim Penggerak PKK akan terus berupaya membantu dan memvangun fasilitas sanitasi bagi keluarga yang membutuhkan, berupa kamar mandi dan jamban yang memenuhi standar kesehatan, termasuk penyediaan bak serta septic tank.
“Harapan kami, setelah sanitasi ini diperbaiki, kondisi kesehatan anak dan ibu sekeluarga juga semakin baik. Lingkungan yang sehat tentu akan mendukung tumbuh kembang anak,” katanya.
Selain sanitasi, Ny. Lise juga mengingatkan pentingnya pengaturan jarak kehamilan melalui program keluarga berencana (KB). Menurutnya, memberikan jarak kelahiran yang cukup akan membantu orang tua memberikan perhatian dan pengasuhan yang lebih optimal kepada anak.
“Ini bukan karena kita tidak menyukai anak, tetapi justru karena kita sayang kepada anak. Anak membutuhkan perhatian, kasih sayang dan pemenuhan kebutuhan yang baik. Karena itu, jarak kelahiran perlu direncanakan agar orang tua dapat memberikan yang terbaik bagi setiap anak,” tuturnya.
Ia berharap, sinergi pemerintah, Tim Penggerak PKK dan seluruh unsur terkait seperti BAZNAS dapat terus diperkuat dalam menangani persoalan kesehatan masyarakat, khususnya pencegahan stunting yang dimulai dari keluarga dan lingkungan tempat tinggal.
Pada kesempatan yang sama Wakil Ketua Baznas Kabupaten Tanah Datar Beni Apero menyampaikan bahwa penanganan stunting membutuhkan sinergi antara pemerintah, Tim Penggerak PKK, Baznas dan seluruh pihak terkait. Menurutnya, stunting dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi sanitasi dan lingkungan tempat tinggal.

Sebagai bentuk dukungan, Baznas Tanah Datar menyalurkan bantuan Rp5,5 juta untuk pembangunan WC bagi keluarga penerima manfaat. Selain itu, Baznas juga memiliki program perbaikan rumah tidak layak huni bagi keluarga yang membutuhkan.
Beni Apero menegaskan, Baznas akan terus mendukung program penanganan stunting dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, termasuk mengupayakan penganggaran program tersebut pada tahun 2027.
“Semoga bantuan ini memberikan manfaat dan dapat menciptakan lingkungan rumah yang lebih sehat, sehingga mendukung tumbuh kembang anak dan peningkatan kualitas hidup keluarga,” ujarnya.
Turut hadir pada saat launcing yang ditandai dengan peletakkan batu pertama pembangunan WC tersebut, Camat Lintau Buo Utara Rifka Akbar, Wali Nagari Lubuak Jantan, Kepala Puskesmas, Wali Jorong dan beberapa OPD terkait.
(Irfan)







