Beritanda.net – Nama Nagari Lubuk Malako, Kecamatan Sangir Jujuan, kembali dibawa ke panggung persaingan tingkat Provinsi Sumatera Barat. Kali ini, BUMNag Madani Lubuk Malako tengah mematangkan persiapan menghadapi penilaian lapangan Lomba BUMNag Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026.
Berbagai persiapan dibahas dalam rapat yang melibatkan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos-PMD) Kabupaten Solok Selatan, drh. Nurhayati, jajaran terkait, serta pengelola BUMNag Madani Lubuk Malako.
Penilaian lapangan dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 23 September 2026, oleh Tim Penilai Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Dalam tahapan ini, BUMNag Madani Lubuk Malako akan menunjukkan berbagai aspek pengelolaannya, mulai dari tata kelola kelembagaan, inovasi usaha, administrasi hingga kontribusi terhadap perekonomian masyarakat nagari.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Solok Selatan, H. Efi Yandri, yang mewakili Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, menyatakan dukungan penuh terhadap keikutsertaan BUMNag Madani Lubuk Malako dalam ajang tersebut.
“BUMNag Madani Lubuk Malako adalah BUMNag terbaik di Solok Selatan. Sebagai salah satu BUMNag dari empat BUMNag yang akan dinilai oleh Tim Penilai dari Provinsi Sumatera Barat, kita memotivasi dan memberikan dukungan sepenuhnya agar pada tahun 2026 ini BUMNag Madani Lubuk Malako kembali menjadi BUMNag terbaik di Provinsi Sumatera Barat,” ujarnya.
Dukungan tersebut, kata Efi, menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong BUMNag agar tidak hanya mampu mengelola usaha secara profesional, tetapi juga semakin kuat dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinsos-PMD Solok Selatan, drh. Nurhayati, mengatakan pihaknya terus melakukan pendampingan sekaligus memfasilitasi berbagai kebutuhan BUMNag Madani Lubuk Malako menjelang penilaian.
Persiapan dilakukan secara bersama-sama untuk memastikan seluruh indikator penilaian dapat dipenuhi secara optimal. Mulai dari aspek administrasi, kelembagaan, pengelolaan usaha hingga berbagai dokumen dan aspek pendukung lainnya.
Menurut Nurhayati, keikutsertaan dalam lomba tingkat provinsi tidak semata-mata berorientasi pada hasil kompetisi. Tahapan tersebut juga menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat tata kelola BUMNag agar semakin profesional dan mampu berkembang secara berkelanjutan.
“Keberhasilan BUMNag tidak hanya dilihat dari aspek usaha, tetapi juga dari sejauh mana keberadaannya memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung kemandirian ekonomi nagari,” ujarnya.
Menjelang penilaian lapangan, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mengajak seluruh pihak terkait untuk memastikan kesiapan BUMNag Madani Lubuk Malako secara menyeluruh.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan kesiapan pengelola, BUMNag Madani Lubuk Malako diharapkan mampu memperlihatkan pengelolaan terbaiknya di hadapan Tim Penilai Provinsi Sumatera Barat, sekaligus membawa nama Solok Selatan dalam Lomba BUMNag Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026.
(Irman Kuto)







