00:27 | 12 September 2026
beritanda
No Result
View All Result
  • Login
  • Hukrim
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Olahraga
  • Sosok
  • Loker
beritanda
No Result
View All Result
beritanda
No Result
View All Result
Home Daerah

Dari Payo Tanah Garam untuk Ketahanan Pangan, 200 Pohon Alpukat Mulai Berbuah dan Bernilai Ekonomi

redaktur by redaktur
24 August 2026 | 17:46
in Daerah
0
Alpokat

Alpokat dari Payo bernilai ekonomi tinggi

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritanda.net – Pemanfaatan lahan perbukitan untuk budidaya tanaman pangan terus didorong sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan Masyarakat di Payo Kelurahan Tanah Garam, Kota Solok, budidaya alpukat mulai menunjukkan hasil sekaligus membuka peluang ekonomi bagi petani.

Fenomena itu terlihat saat Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanah Garam, AIPTU Dodi Astan, SH, melakukan sambang dan monitoring pemanfaatan lahan untuk budidaya alpukat di kawasan Lembaga Mato Aie Payo, Senin (24/8/2026).

Baca Juga

Rapat MTQ

Bupati Dharmasraya Tegas: Peserta MTQ Harus Putra-Putri Terbaik Daerah

9 September 2026
Padamkan Api

Karhutla Dekati Candi Pulau Sawah, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

7 September 2026

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat memanfaatkan lahan secara produktif melalui program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B). Budidaya alpukat di kawasan perbukitan dinilai memiliki manfaat ganda, yakni mendukung ketersediaan pangan, meningkatkan nilai ekonomi lahan, sekaligus membantu menjaga kelestarian lingkungan.

Dodi mengatakan, pemanfaatan lahan dengan kemiringan tertentu untuk tanaman buah seperti alpukat merupakan langkah positif selama dilakukan dengan teknik budidaya dan pengelolaan lahan yang tepat. Pemanfaatan lahan untuk budidaya alpukat merupakan langkah positif dalam mendukung ketahanan pangan keluarga. Selain memberikan manfaat ekonomi, hasil panennya juga dapat memenuhi kebutuhan gizi masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Dodi.

Menurutnya, penanaman alpukat di kawasan perbukitan juga dapat menjadi bagian dari upaya penghijauan dan konservasi tanah. Sistem perakaran tanaman dapat membantu memperkuat struktur tanah, meskipun pengendalian erosi tetap perlu dilakukan melalui pengelolaan lahan yang baik. Penanaman alpukat tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga merupakan langkah nyata untuk menghijaukan lingkungan, mencegah erosi dan menciptakan sumber ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Dodi mengecek langsung pertumbuhan tanaman alpukat yang berada di lahan seluas kurang lebih 2 hektare. Ia juga berdialog dengan petani mengenai perawatan tanaman, perkembangan buah, hingga kendala yang dihadapi selama proses budidaya. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah petani diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus mengoptimalkan lahan yang tersedia sehingga memiliki nilai produktif dan memberikan manfaat jangka panjang.

Salah seorang petani alpukat Payo, Sapar, mengatakan saat ini dirinya memiliki sekitar 200 batang pohon alpukat. Sebagian tanaman tersebut sudah mulai menghasilkan buah, Mayoritas tanaman yang dibudidayakan merupakan jenis lokal yang dikenal masyarakat sebagai alpukat mentega, salah satu jenis yang cukup diminati konsumen.

Menurut Sapar, tanaman alpukat membutuhkan perawatan konsisten untuk menghasilkan buah berkualitas. Pemilihan bibit, lokasi tanam, penyiraman, pemupukan serta pengendalian hama dan penyakit menjadi sejumlah faktor yang harus diperhatikan petani. Kalau perawatannya konsisten dan teknik budidayanya benar, tanaman alpukat dapat mulai berbuah sejak usia tiga sampai empat tahun, Namun rata-rata sekitar lima tahun sudah mulai berbuah semua,” jelas Sapar.

Sapar menyebut produksi di kebunnya saat ini belum memasuki masa panen raya, Kendati sejumlah pohon sudah menghasilkan buah cukup banyak, produksinya belum sampai melimpah. Kondisi tersebut membuat harga alpukat di tingkat petani masih berada di kisaran Rp10.000 per kilogram. Bahkan, menurut Sapar, sebagian pembeli datang langsung ke kebun untuk mengambil hasil panen,” ungkapnya.

Budidaya alpukat di Payo menunjukkan bahwa lahan yang dikelola secara produktif dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Selain menghasilkan buah yang dapat dikonsumsi, tanaman alpukat juga berpotensi menjadi sumber pendapatan dalam jangka panjang.

Bagi petani, pengembangan kebun alpukat menjadi investasi pertanian yang membutuhkan kesabaran, perawatan berkelanjutan dan pengelolaan yang baik. Sementara bagi lingkungan, penghijauan kawasan perbukitan dapat mendukung upaya menjaga kondisi lahan. Melalui kegiatan sambang dan monitoring tersebut, Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanah Garam berharap sinergi antara Polri dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI, khususnya di bidang ketahanan pangan.

Pengembangan budidaya alpukat di Payo Kelurahan Tanah Garam diharapkan terus tumbuh sebagai salah satu contoh pemanfaatan lahan yang mampu menggabungkan ketahanan pangan, peluang ekonomi masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan. Jika dikelola secara berkelanjutan dan didukung sinergi berbagai pihak, kawasan pertanian Payo Kelurahan Tanah Garam tidak hanya berpotensi menghasilkan buah berkualitas, tetapi juga dapat menjadi salah satu sumber penggerak ekonomi masyarakat Kelurahan Tanah Garam.

(Wahyu Haryadi)

Tags: AlpokatBernilai Ekonomi]Ketahanan PanganKota SolokMulai BerbuahPayo Tanah Garam
SendShareTweet

BeritaTerkait

Rapat MTQ

Bupati Dharmasraya Tegas: Peserta MTQ Harus Putra-Putri Terbaik Daerah

9 September 2026
Padamkan Api

Karhutla Dekati Candi Pulau Sawah, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

7 September 2026

Pesan Tegas Kapolres Solok dari Pantai Cermin: Layani Warga dengan Humanis, Jauhi Narkoba dan Judi Online

27 August 2026

Kembalikan Ruang Publik, Bangungan Tak Sesuai Ketentuan di Batang Agam dan Jalan Imam Bonjol Payakumbuh Dibongkar

21 August 2026

Pawai Kemerdekaan Jadi Ladang Rezeki, Pedagang Kecil Raup Omzet Berlipat

19 August 2026

Alat Berat Datang, Harapan Warga Kuranji Kembali Mengalir

6 August 2026

POPULAR

Bupati Solok

Dari Solok untuk Sikka, Bupati Jon Firman Pandu Bawa Semangat Kemanusiaan

7 September 2026
Kebun Kopi

Rp25 Juta dari Kebun, Candra Ingin Anak Muda Solok Tak Lagi Memandang Sebelah Mata Pertanian

9 September 2026
Sawah Solok

Teknologi Masuk Sawah, Wali Kota Solok Pacu Pertanian Naik Kelas

4 September 2026
Meriah

Raissa Gemilang di Malaysia, Budaya Solok Antar Siswi MAN 2 Solok Raih Medali Internasional

11 September 2026
Ciranmor

Bersembunyi di Perumahan, Cui Terduga Pelaku Curanmor Akhirnya Diciduk 

9 September 2026

About

Beritanda.net merupakan media online yang lahir dan dibesarkan oleh kami yang sejak awal berkerja sebagai Jurnalis dibawah kendali perusahan PT. Beritanda1 Media Siber.

Follow us

Categories

  • Agama
  • Blog
  • Daerah
  • Entertaimen
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Loker
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
  • Sosok
  • WEBTORIAL

Recent Posts

  • Ada 64 Hotspot hingga Udara Memburuk, Dharmasraya Naikkan Status Karhutla Jadi Siaga Darurat
  • Raissa Gemilang di Malaysia, Budaya Solok Antar Siswi MAN 2 Solok Raih Medali Internasional
  • Api Membara di Timpeh dan Pulau Punjung, Kapolres Dharmasraya Turun Tangan Padamkan Karhutla
  • Candi Pulau Sawah dan Padang Roco Menuju Destinasi Wisata, Bupati Annisa Siapkan Langkah Strategis
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Copyright 2026 beritanda.net - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Hukrim
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Olahraga
  • Sosok
  • Loker

Copyright 2026 beritanda.net - All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In