Beritanda.net – Di balik seragam yang identik dengan ketegasan dan tugas menegakkan peraturan daerah, personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Payakumbuh menyimpan kepedulian yang begitu menyentuh.
Lewat gerakan sederhana menyisihkan Rp1.000 setiap hari, mereka menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat kurang mampu.
Tanpa seremoni dan publikasi berlebihan, gerakan kemanusiaan itu telah berjalan selama beberapa bulan terakhir.
Mulai dari pimpinan hingga anggota di lapangan, seluruh personel Satpol PP dan Damkar Kota Payakumbuh secara sukarela menyisihkan seribu rupiah setiap hari untuk membantu warga yang membutuhkan.
Gerakan yang diprakarsai langsung Kasat Pol PP dan Damkar Kota Payakumbuh, Dewi Novita, bersama jajarannya tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar.
Uang seribu rupiah mungkin terlihat kecil. Namun, ketika dikumpulkan secara konsisten oleh puluhan personel selama berbulan-bulan, nilainya menjelma menjadi paket-paket sembako yang dapat meringankan beban hidup masyarakat kurang mampu.
Hasil pengumpulan dana itu kemudian dibelanjakan untuk kebutuhan pokok dan dikemas menjadi paket bantuan.
Menariknya, penyaluran dilakukan langsung secara door to door, dengan mendatangi rumah warga yang dinilai benar-benar membutuhkan.
Kali ini, kepedulian keluarga besar Satpol PP dan Damkar Payakumbuh menyapa warga Kelurahan Balai Jariang, Kecamatan Payakumbuh Timur. Bersama Lurah Balai Jariang, Musliadi, beserta staf kelurahan, personel Satpol PP mendatangi rumah demi rumah untuk menyerahkan bantuan sembako.
Bukan sekadar menyerahkan paket kebutuhan pokok, kehadiran mereka juga membawa pesan bahwa masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan tidak berjalan sendirian.
Raut haru dan rasa syukur terlihat dari warga penerima bantuan. Mereka tak menyangka, di tengah berbagai kebutuhan hidup yang harus dipenuhi, ada sekelompok aparatur yang rela menyisihkan sebagian penghasilannya demi membantu sesama.
Lurah Balai Jariang, Musliadi, mengaku sangat mengapresiasi gerakan sosial yang dilakukan jajaran Satpol PP dan Damkar Kota Payakumbuh tersebut.
“Kami dari Kelurahan Balai Jariang sangat terharu dan berterima kasih sekali kepada Ibu Kasat dan seluruh keluarga besar Satpol PP Kota Payakumbuh. Bantuan ini sangat tepat sasaran. Mereka datang door to door bersama kami, melihat langsung kondisi warga kami yang memang sangat membutuhkan,” ungkapnya.
Menurut Musliadi, aksi tersebut memperlihatkan bahwa tugas Satpol PP tidak sebatas menegakkan aturan dan menjaga ketertiban umum. Lebih dari itu, aparatur pemerintah juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir dan peduli terhadap kondisi masyarakat.
“Ini bukan sekadar bantuan sembako, tapi bukti bahwa Satpol PP hadir bukan hanya sebagai penegak aturan, tapi sebagai keluarga bagi masyarakat. Semoga gerakan seribu sehari ini menjadi inspirasi bagi OPD lain,” tambahnya.
Sementara itu, Kasat Pol PP dan Damkar Kota Payakumbuh, Dewi Novita, mengatakan gerakan tersebut lahir dari keikhlasan dan kesadaran seluruh personel untuk menjadikan berbagi sebagai kebiasaan.
Ia menegaskan, tidak ada paksaan bagi anggota untuk ikut menyisihkan uang. Semuanya berangkat dari niat tulus untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Ini bukan program besar, ini hanya gerakan kecil dari hati kami. Kami ingin mengajarkan kepada anggota bahwa rezeki yang kita sisihkan seribu rupiah sehari itu tidak akan membuat kita miskin, tapi bisa membuat perut saudara kita kenyang dan hati mereka bahagia,” tutur Dewi.
Menurutnya, nilai utama dari gerakan tersebut bukan terletak pada besarnya nominal bantuan, melainkan pada konsistensi, kebersamaan, dan keikhlasan untuk berbagi.
“Kami tidak ingin memberi dari kelebihan, kami ingin berbagi dari kebiasaan. Tidak ada paksaan, semua anggota dengan ikhlas. Kami hanya ingin, di balik seragam yang kadang terlihat tegas, masyarakat juga melihat sisi humanis kami,” ujarnya.
Dewi berharap gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Selama masih ada kebersamaan dan keikhlasan dari seluruh personel, gerakan seribu rupiah sehari itu akan terus dilanjutkan.
“InsyaAllah selama kami masih berseragam, gerakan seribu sehari ini akan terus berjalan,” tutupnya.
Gerakan kecil dari Markas Satpol PP dan Damkar Kota Payakumbuh itu menyampaikan pesan besar: untuk membantu sesama, seseorang tidak harus menunggu kaya. Sebab, seribu rupiah yang disisihkan dengan ikhlas setiap hari, ketika dilakukan bersama-sama, mampu menghadirkan harapan dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.
Di balik ketegasan seragam, ternyata ada hati yang terus bergerak untuk kemanusiaan.
(Debby)







