Beritanda.net- Banjir bandang yang menerjang wilayah Arosuka, Kabupaten Solok, memicu dampak cukup besar terhadap masyarakat dan sejumlah fasilitas pemerintahan. Pemerintah Kabupaten Solok bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) langsung memperkuat koordinasi untuk mempercepat penanganan kondisi darurat.
Koordinasi tersebut dibahas dalam rapat bersama Sekretaris Utama BNPB Dr. Rustian, SSi, Apt, M.Kes, di Posko Utama Penanggulangan Bencana Kabupaten Solok, Rabu malam, 23 September 2026.
Rapat dipimpin Bupati Solok Jon Firman Pandu didampingi Wakil Bupati Solok H. Candra. Pertemuan itu turut dihadiri Bupati Pariaman John Kenedy Azis, Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, Pj. Sekda Kabupaten Solok Masheri Yanda Boy, Basarnas Tipe A Padang, anggota DPRD Kabupaten Solok, jajaran BNPB, Forkopimda, sejumlah kepala OPD, serta unsur terkait lainnya.
Dalam rapat tersebut, Kalaksa BPBD Kabupaten Solok Khairul menyampaikan laporan terkini mengenai dampak bencana. Hingga saat rapat berlangsung, tercatat satu orang meninggal dunia dan satu orang masih dalam pencarian. Selain itu, empat warga mengalami luka-luka dan sebanyak 474 orang terpaksa mengungsi.
Bencana juga mengakibatkan kerusakan pada puluhan rumah warga. Tercatat 52 rumah mengalami rusak ringan, 16 rumah rusak sedang, dan 19 rumah mengalami rusak berat. Selain itu, satu rumah ibadah mengalami rusak ringan dan sedikitnya 10 kantor dinas turut terdampak.
Data tersebut menjadi perhatian utama dalam rapat koordinasi bersama BNPB. Pemerintah daerah dan pemerintah pusat membahas sejumlah langkah penanganan, mulai dari evakuasi dan keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, penanganan infrastruktur yang rusak, hingga persiapan pemulihan pascabencana.

Bupati Solok Jon Firman Pandu menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi darurat tersebut.
“Kita terus berupaya memastikan keselamatan dan kebutuhan masyarakat menjadi prioritas utama. Melalui koordinasi bersama BNPB, kita berharap penanganan bencana di Kabupaten Solok dapat berjalan cepat, terpadu dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat terdampak,” ujar Jon Firman Pandu.
Menurutnya, dukungan dan koordinasi dengan pemerintah pusat sangat dibutuhkan agar berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.
Merespon itu, Sestama BNPB Dr. Rustian menegaskan kesiapan BNPB untuk mendukung kebutuhan Pemerintah Kabupaten Solok dalam menangani dampak banjir bandang, khususnya di wilayah Arosuka.
“BNPB Pusat akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan Pemerintah Kabupaten Solok dalam penanggulangan bencana banjir bandang, khususnya di Arosuka. Karena itu, mari kita mulai bergerak bersama untuk penanganan ke depan agar kondisi bisa menjadi lebih baik,” ujar Rustian.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Basarnas, BPBD, DPRD, Forkopimda, serta seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan bencana.
Tidak hanya penanganan darurat, rapat juga membahas langkah lanjutan untuk memastikan proses pemulihan dapat dilakukan secara terarah. Sarana dan prasarana yang rusak akan menjadi bagian dari perhatian pemerintah, di samping pemenuhan kebutuhan warga yang masih berada di lokasi pengungsian.
Pemkab Solok bersama seluruh jajaran terkait juga akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Koordinasi dengan BNPB dan instansi terkait dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani secara bertahap dan optimal.
Di tengah situasi darurat tersebut, pemerintah memastikan penanganan masyarakat menjadi perhatian utama, sekaligus mendorong seluruh unsur untuk bergerak bersama dalam menghadapi dampak bencana di Kabupaten Solok.
(Irman Kuto)







