Beritanda.net – Tidak sekadar merayakan bertambahnya usia desa, masyarakat Desa Tuksari, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, menjadikan Hari Jadi ke-102 sebagai momentum untuk merawat tradisi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.
Peringatan yang berlangsung pada Sabtu (25/7/2026) itu, dikemas dalam Festival Budaya Tuksari dan berlangsung meriah dengan melibatkan hampir seluruh elemen masyarakat.
Puncak perayaan dihadiri Bupati Temanggung Agus Setyawan, jajaran Muspika Kecamatan Kledung, Kepala Desa Tuksari Sukirno, Ketua Panitia Nur Wahid, tokoh masyarakat, hingga ribuan warga yang memadati lokasi kegiatan.

Mengusung tema “Guyub Mbangun Desa, Lestari Budayane, Maju Ekonomine, Sejahtera Wargane”, peringatan tahun ini mengandung pesan bahwa pembangunan desa tidak hanya bertumpu pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga harus berakar pada budaya, gotong royong, serta nilai-nilai kebersamaan yang telah diwariskan para leluhur.
Ketua panitia, Nur Wahid, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan merupakan ungkapan syukur atas perjalanan panjang Desa Tuksari yang kini memasuki usia ke-102.
Sementara itu, Kepala Desa Tuksari, Sukirno, menegaskan bahwa hari jadi desa merupakan ruang untuk mempererat persaudaraan sekaligus menghidupkan kembali tradisi agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
“Melalui peringatan ini, kami ingin menanamkan kepada generasi muda bahwa budaya adalah identitas yang harus dijaga. Dengan semangat gotong royong, kami optimistis Desa Tuksari akan terus berkembang menjadi desa yang maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujarnya.
Kemegahan perayaan tampak dalam kirab budaya yang menampilkan 12 kelompok kesenian tradisional. Warga dari berbagai dusun ikut ambil bagian mengenakan busana adat dan menampilkan kekayaan budaya lokal yang masih lestari.

Salah satu tradisi yang paling menarik perhatian adalah penyajian 1.000 ingkung, yang menjadi simbol rasa syukur, persatuan, dan harapan akan keberkahan bagi seluruh masyarakat Desa Tuksari. Tradisi tersebut juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu undangan dan pengunjung.
Rangkaian Hari Jadi ke-102 telah dimulai sejak Jumat (24/7/2026) melalui napak tilas, pengambilan air suci dari mata air, ziarah ke makam para leluhur, penyatuan air suci, hingga tirakatan dan doa bersama. Seluruh prosesi tersebut dikemas dalam Festival Budaya Tuksari bertema “Menjaga Warisan, Merajut Kebersamaan, Membangun Desa dengan Budaya.”
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengapresiasi komitmen masyarakat Desa Tuksari dalam menjaga tradisi sekaligus menjadikannya sebagai bagian dari pembangunan desa. Menurutnya, budaya merupakan kekuatan sosial yang mampu mempererat persatuan, meningkatkan daya tarik desa, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Perayaan Hari Jadi ke-102 Desa Tuksari menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah desa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuannya menjaga jati diri. Ketika tradisi tetap hidup dan masyarakat terus bergotong royong, desa memiliki fondasi yang kuat untuk melangkah menuju masa depan yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
(Tarman/Trs)







