Beritanda.net – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terus memperkuat perannya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Salah satunya melalui kolaborasi dalam Pilot Project Ekosistem Pemberdayaan Masyarakat Terintegrasi Berbasis Kawasan Ekspor yang diresmikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Kamis (25/6).
Program ini menjadi langkah strategis untuk mengembangkan komoditas unggulan Banyumas, yakni gula kelapa, agar mampu menembus pasar ekspor sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan perajin melalui pendekatan pemberdayaan yang terintegrasi.
Sebelum peluncuran program, Unsoed melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) telah menginisiasi Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kawasan Ekspor Gula Kelapa Berbasis Pemberdayaan Masyarakat pada 15 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Lantai 5 Integrated Academic Building (IAB) Unsoed itu menghadirkan Staf Khusus Kemenko PM Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muh. Arif Rubai bersama sejumlah pemangku kepentingan.

Diskusi tersebut menjadi forum untuk menyatukan gagasan dan menyusun langkah strategis dalam membangun kawasan ekspor berbasis potensi lokal dengan melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, koperasi, lembaga filantropi, hingga masyarakat.
Pilot project ini mencakup tiga program utama, yaitu pengembangan kawasan ekspor gula kelapa melalui peningkatan kualitas produk dan akses pasar internasional, pengembangan ekonomi sirkular melalui program peternakan ayam ELBA (Permata), serta penguatan koperasi agar memiliki tata kelola yang lebih baik dan akses pembiayaan yang lebih luas.
Dalam sambutannya, Menko PM Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa keberhasilan pemberdayaan masyarakat tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci dalam membangun ekosistem ekonomi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Melalui sinergi berbagai pihak, potensi lokal dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki daya saing hingga pasar ekspor,” ujarnya.

Dalam program ini, Unsoed berkontribusi melalui tim dosen kolaborator yang dipimpin Budi Dharmawan bersama Irene Kartika Eka Wijayanti, Ratna Satriani, dan Kunandar Prasetyo. Tim tersebut memberikan dukungan berupa kajian ilmiah, pendampingan masyarakat, serta pengembangan model pemberdayaan berbasis hasil riset.
Pada kesempatan yang sama, Menko PM juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah mitra yang dinilai berperan dalam pengembangan ekosistem pemberdayaan masyarakat berbasis kawasan ekspor. Salah satu penerima penghargaan adalah Ketua LPPM Unsoed Elly Tugianti, bersama sejumlah mitra lain dari pemerintah daerah, perbankan, BAZNAS, dunia usaha, dan organisasi kemasyarakatan.
Melalui kolaborasi tersebut, Unsoed berharap pengembangan kawasan ekspor gula kelapa tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan Banyumas, tetapi juga menghadirkan model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan dapat diterapkan di berbagai daerah.
(TS/SG)







