Beritnda.net – Ribuan warga tumpah ruah memadati arena pacu jalur di Tapian Batanghari, Kampung Pulai, Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Mereka antusias menyaksikan Selaju Sampan Badunsanak 2026, olahraga tradisional yang kembali digelar setelah sempat vakum akibat pandemi COVID-19.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (15–16/8/2026), tersebut berhasil menyedot perhatian masyarakat. Tak hanya peserta dan penonton dari Dharmasraya, sejumlah tim terbaik dari daerah tetangga seperti Riau, Jambi dan sejumlah daerah di Sumatera Barat turut ambil bagian.
Kembalinya olahraga tradisional yang telah lama dinantikan masyarakat itu sontak menghidupkan suasana di sepanjang tepian Batanghari. Ribuan penonton berjubel menyaksikan sengitnya persaingan antartim, sekaligus menikmati kembali tradisi yang selama ini menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat setempat.

Tak sekadar menjadi tontonan olahraga tradisional, Selaju Sampan Badunsanak juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat. Keramaian kegiatan dimanfaatkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menjajakan berbagai produk dan kuliner kepada para pengunjung.
Sejumlah pejabat turut hadir menyaksikan langsung jalannya perlombaan, di antaranya Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Sutan Varel Oriano, serta anggota DPRD Kabupaten Dharmasraya Teddy Waldian.

Hidupkan Kembali Tradisi
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani mengatakan, Selaju Sampan di Tapian Batanghari Kampung Pulai sebelumnya merupakan salah satu kegiatan olahraga yang paling ditunggu masyarakat, terutama setiap usai Lebaran.
Namun, tradisi tersebut terpaksa terhenti akibat pandemi COVID-19 dan baru kembali digelar pada tahun 2026.
“Kembali digelarnya Selaju Sampan Badunsanak saat ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali tradisi dan potensi wisata berbasis budaya yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat Dharmasraya,” kata Annisa.
Menurutnya, pelaksanaan kembali Selaju Sampan Badunsanak merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Pariwisata bersama Pemerintah Kabupaten Dharmasraya.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dan partisipasi aktif dari legislatif, yakni Sutan Varel Oriano dari DPRD Provinsi Sumatera Barat serta Teddy Waldian dari DPRD Kabupaten Dharmasraya.
Annisa menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen agar kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan tahun ini. Bahkan, Pemkab Dharmasraya telah menyiapkan rencana dukungan anggaran untuk pelaksanaan tahun depan sebesar Rp150 juta.

Tim Riau Keluar sebagai Juara
Persaingan sengit di arena pacu akhirnya mengantarkan Tim Harimau Buas dari Kuantan Singingi, Riau, sebagai juara pertama Selaju Sampan Badunsanak 2026.
Tim tersebut berhak membawa pulang hadiah uang pembinaan sebesar Rp10 juta.
Posisi juara kedua diraih Tim Harok Cameh dari Padang Laweh, Kabupaten Dharmasraya, dengan hadiah pembinaan sebesar Rp7 juta.
Sementara itu, Tim Saduduak Sapamainan dari Nagari Pulau Mainan, Kabupaten Dharmasraya, berhasil menempati posisi ketiga dan memperoleh uang pembinaan sebesar Rp5 juta.
Tak hanya hadiah utama, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani juga memberikan bonus tambahan masing-masing Rp2 juta kepada seluruh tim yang berhasil meraih juara I, II dan III sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka.

Vasko Dorong Jadi Agenda Tahunan dan Ikon Wisata Sumbar
Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy memberikan apresiasi terhadap antusiasme masyarakat dan suksesnya pelaksanaan Selaju Sampan Badunsanak Kampung Pulai.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat kembali digelar tahun depan dengan konsep yang lebih meriah dan skala yang lebih besar. Menurutnya, potensi olahraga tradisional tersebut sangat terbuka untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata berbasis budaya.
“Mohon perhatian bagi Kepala Dinas Pariwisata Sumbar agar mengalokasikan dana dalam APBD tahun 2027 dengan skala lebih besar. Sehingga kegiatan Selaju Sampan Kampung Pulai menjadi ikon wisata Sumatera Barat,” kata Vasko.
Ia juga mengajak seluruh pihak memberikan dukungan terhadap keberlanjutan kegiatan tersebut. Dengan demikian, arena pacu jalur Kampung Pulai diharapkan mampu menjadi magnet bagi tim-tim dari luar Sumatera Barat, bahkan dari luar Pulau Sumatera, untuk datang bertanding.
Vasko menilai, keberadaan Selaju Sampan Badunsanak bukan hanya menyuguhkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga warisan budaya sekaligus membuka peluang pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Sumatera Barat melalui Polres Dharmasraya, Kodim 0310/SSD, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, DPRD Dharmasraya, ninik mamak, pemuda, tokoh masyarakat Kampung Pulai serta seluruh masyarakat Dharmasraya yang telah bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, keselamatan dan kelancaran kegiatan.
Sebagai bentuk komitmen, Vasko menyatakan akan mendorong agar Selaju Sampan Badunsanak Kampung Pulai masuk dalam agenda tahunan pariwisata Sumatera Barat.
Jika konsisten dikembangkan, olahraga tradisional tersebut diyakini tidak hanya mampu menghidupkan kembali tradisi masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu daya tarik wisata budaya baru yang mengangkat nama Dharmasraya di tingkat regional hingga nasional.
(Afiza Dedek)






