Beritanda.net – Warga perumahan Batubatupang Indah, termasuk masyarakat pelanggan air bersih PDAM yang berdomisi di kawasan nagari Koto Baru, kecamatan Kubung, Kabupaten Solok mengeluh gara-gara pasokan air terhenti.
Keluhan konsumen bahkan kian berujung umpatan terhadapn kinerja Perumda Tirta Solok Nan Indah (PDAM) Kabupaten Solok sebagai institusi penyedia layanan kebutuhan dasar masyarakat.
“Sudah tiga hari air PDAM tidak mengalir. Persediaan air untuk kebutuhan harian telah hampir kering,” ujar salah seorang pelanggan PDAM di komplek perumahan Batu Batupang, Minggu (12/7/2027) malam.
Sebagai kebutuhan primer, air bersih yang dimanfaatkan warga untuk kebutuhan memasak dan MCK, sudah berhenti sejak hari Jumat hingga Senin (11-13/7/2026) ini, Masyarakat sejauh ini harus berhembat-hemat menggunakan air agar tidak sampai kekeringan.
Kata warga, bagaimana caranya berhemat, karena kebutuhan air tidak untuk memasak saja, juga untuk keperluan keseharian. Bila sampai besok (Senin-red) air tidak hidup juga, semua ketersedian air warga sudah habis.
“Bagaimana akal lagi? Harus membeli air galon untuk keperluan MCK?”ungkap yang lain, nelangsa.

Kerusakan Pipa
Terhadap itu, Direktur PDAM (Perumda Tirta Solok Nan Indah) Febri Fauza yang dikonfirmasi, Minggu (12/7/2026) malam, menyatakan ada kerusakan instalasi pipa jaringan di kawasan Guk Rantau, Koto Baru, Kecamatan Kubung.
Febri menyebut, tersebab pipa jaringan ukuran 6 inchi berada di bibir sungai Guk Rantau mengalami kerusakan, upaya perbaikan dilakukan dengan ekstra hati-hati demi menjaga keselamatan petugas dan kualitas perbaikan.
“Pipa jaringan air bersumber dari Gantung Ciri, alami kerusakan di Guk Rantau. Sekarang masih diupayakan perbaikan. Namun karena sudah malam, pekerjaan perbaikan ndilanjutkan besok,”jawab Dirut PDAM Kabupaten Solok.
Pihaknya lantas menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan karena gangguan pasokan air dan berjanji segera kmenuntutaskan pekerjaan sampai kemudian pelanggan PDAM Kabupaten Solok kembali menerima pasokan air bersih.
“Kami menyampaikan maaf atas gangguan yang tiba-tiba ini, dan terus memaksimalkan usaha perbaikan untuk memenuhin kebutuhan masyarakat. ” ungkap Febri Fauza.
(Melatisan)







