Beritanda.net – Jerih payah Bupati Solok bolak-balik menembus “birokrasi Jakarta” guna menguyakan pemulihan rehabilitasi dan rekonstruksi Pascabencana Hidrometeorologi, dijawab kontan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI dengan menabur bantuan sebanyak 120.000 benih ikan, Jumat (31/7/2026) di Koto Sani.
Bantuan benih ikat bagi kelompok budidaya ikan di Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, diikuti dengan bantuan coolbox dan pakan ikan untuk percepatan pemulihan sektor perikanan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Solok.
Didampingi Bupati Solok Jon Firman Pandu, penyerahan bantuan dilakukan Direktur Pengolahan Ditjen PDS Budi Yuwono, Direktur Sarana dan Prasarana Ditjen Perikanan Budidaya Enggar Saptopo, bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Syefdinon, Kepala Stasiun BPPMHKP Padang Dudung Daenuri, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok Syoufitri, Wali Nagari Koto Sani, serta kelompok pembudidaya ikan.

Mengiringi itu, Direktur Sarana dan Prasarana Ditjen Perikanan Budidaya KKP, Enggar Saptopo, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Solok dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam upaya pemulihan pascabencana.
Enggar Saptopo serta merta menegaskan komitmen KKP untuk terus mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi sektor perikanan di Kabupaten Solok.
“Kementerian Kelautan dan Perikanan siap segera mempercepat pemulihan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi, khususnya di Kabupaten Solok,” ujarnya.

Menyambut itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan, Kawasan nagari Koto Sani pernah menjadi salah satu sentra penghasil ikan terbesar di Sumatera Barat. Namun karena terdampak bencana hidrometeorologi, hampir semua kawasan budidaya mengalami kerusakan akibat luapan sungai dan endapan sedimen yang merusak kolam-kolam masyarakat.
Sejalan, Bupati Solok mengajak masyarakat tetap bersabar karena pemerintah terus melaksanakan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi yang ditargetkan tuntas hingga tahun 2028, dengan pemulihan ekonomi masyarakat sebagai salah satu prioritas utama.
“Semuanya masih banyak rehab rekon yang harus kita selesaikan. Bapak Presiden memang menargetkan sampai tahun 2028 harus benar-benar selesai semuanya,” kata Bupati.

Terhadap itu, Wali Nagari Koto Sani menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat dan daerah. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat mempercepat pemulihan masyarakat, sekaligus mengusulkan bantuan indukan ikan serta perbaikan irigasi dan kolam budidaya yang rusak akibat bencana.
“Mudah-mudahan dengan kunjungan ini dan bantuan dari pemerintah, masyarakat kami kembali pulih dan menjadi obat dari luka yang kami tanggung selama ini,” ungkapnya.
(Irman Kuto)







