Beritanda.net – Laksana bertukar kulit saja dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) ke Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Solok Nan Indah, Kendati “isinya” itu-itu juga.
Kelaluannya, Direktur Febri Fauzan yang kerap menjadi sumber polemik tentang keluhan pengadaan air minum, ternyata masih dipercaya Bupati Solok menduduki jabatan Direksi.
Begitu mantapnya Febri Fauzan, ia bertahan ditengah sorotan terhadap kinerja PDAM. Faktanya, Bupati Solok diwakili Sekretaris Daerah Medison, melantik kembali Direktur PDAM Kabupaten Solok itu untuk memimpin Perumda Tirta Solok Nan Indah masa jabatan 2026–203, Kamis (23/4/2026) di Arosuka.
Kata relis Diskominfo, penunjukan kembali Febri Fauzan dinilai sebagai bentuk kepercayaan terhadap kesinambungan tata kelola dan peningkatan layanan air minum bagi masyarakat.
Padahal, Sekda Medison mengungkap, cakupan layanan air bersih belum mampu mencapai 60 persen, tetapi hanya di kisaran 57 persen.
“ Momentum pelantikan ini harus menjadi titik tolak evaluasi dan pembenahan menyeluruh terhadap kinerja Perumda Tirta Solok Nan Indah,”tegas Medison.
Sekda Kabupaten Solok menegaskan, pelantikan ini harus dijadikan sebagai kesempatan untuk memperbaiki, mengevaluasi, dan terus membangun komitmen bersama seluruh jajaran Perumda untuk meningkatkan kualitas layanan kepada Masyarakat.

Medison menekankan, urgensi peningkatan layanan air minum harus sejalan dengan visi dan misi Bupati Solok, yakni mewujudkan pemerintahan yang melayani menuju masyarakat yang madani dan sejahtera.
Ditekankan, pelayanan air minum merupakan bagian penting dari pelayanan publik, karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Tantangan yang dihadapi Kabupaten Solok masih cukup besar.
“Ini menjadi tantangan berat bagi kita. Di satu sisi, Kabupaten Solok memiliki potensi sumber air yang sangat besar sebagai daerah pegunungan. Kita punya danau, sungai, dan sumber air yang melimpah. Potensi ini harus dikelola secara profesional, terencana, dan berkesinambungan,” kata Medison.
Medison lantas menyoroti persoalan infrastruktur jaringan yang sudah menua. Sebagian besar jaringan pipa yang dikelola PDAM, menurut dia, telah berumur lebih dari 10 hingga 20 tahun, sehingga membutuhkan pembaruan dan rehabilitasi secara bertahap.
“Jaringan yang dibangun rata-rata sudah tua. Dalam lima tahun terakhir juga belum ada penyertaan modal dari pemerintah daerah untuk PDAM, sehingga perbaikan signifikan belum dapat dilakukan,” ujarnya.
Atas alasan itu, lanjut Medison, Pemkab Solok telah menyiapkan strategi guna memperluas cakupan layanan air bersih, termasuk melalui rencana penyertaan modal pada masa mendatang.
Dikatakan, Bupati Solok telah memberi sinyal adanya dukungan anggaran bagi Perumda, terutama untuk perbaikan jaringan dan peningkatan kapasitas layanan.
“Ke depan, kita akan mendukung perluasan cakupan air bersih melalui penyertaan modal, sejalan dengan membaiknya kinerja Perumda Solok Nan Indah,” tegas Medison.
(Ismardi/*)







