Beritanda.net – Riak air Kolam Renang Teratai, Komplek GOR H. Agus Salim Padang, belum sempat benar-benar tenang ketika para perenang Dharmasraya kembali menunjukkan taringnya.
Satu per satu mereka meluncur, membelah air, mengejar waktu dan finis terbaik. Hasilnya, tiga medali kembali dibawa pulang kontingen Akuatik Dharmasraya pada hari kedua perlombaan Porprov XVI Sumatera Barat 2026.
Kali ini, Aurel Donita menjadi nama yang paling bersinar.
Turun di nomor gaya bebas 800 meter, Aurel tampil meyakinkan dan berhasil mengamankan medali emas. Tidak berhenti di sana, ia kembali naik podium setelah merebut medali perak pada nomor gaya ganti perorangan 400 meter.
Satu medali lainnya datang dari Dwi Intan Febrianti, yang mengamankan perunggu pada nomor gaya punggung 200 meter.
Tiga medali itu bukan sekadar tambahan angka dalam tabel perolehan medali. Bagi Dharmasraya, hasil tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras para perenang muda Ranah Cati Nan Tigo mulai menemukan hasilnya di lintasan kompetisi.
Ketua Cabor Akuatik Dharmasraya, Hanif, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Menurutnya, para atlet tampil dengan disiplin dan keberanian, sekaligus mampu menjaga stamina serta membaca jalannya perlombaan.
“Adik-adik kita tampil luar biasa dengan stamina yang tinggi. Mereka mampu menguasai lomba di air,” ujar Hanif.
Dengan mengandalkan 15 atlet yang turun pada berbagai nomor, Hanif masih percaya peluang Dharmasraya untuk menambah medali terbuka lebar.
Sebab, perjuangan belum selesai. Sejak awal, Akuatik Dharmasraya telah mematok target lima medali emas pada Porprov XVI Sumbar 2026. Hingga hari kedua, target tersebut masih sangat mungkin dikejar.
“Kita memancang target lima medali emas ketika menuju arena Porprov XVI Sumbar 2026 ini. Dengan capaian sejauh ini, kita optimistis adik-adik bisa mengabulkan target, bahkan lebih. Masih ada potensi juara di nomor lain,” kata Hanif.
Dukungan pun datang langsung dari Ketua KONI Dharmasraya, Afrisal Latif.
Melihat perjuangan para perenang yang berhasil mengharumkan nama daerah, Afrisal memberikan apresiasi secara spontan. Bukan hanya ucapan selamat, tetapi juga bonus uang tunai kepada atlet yang berhasil menyumbangkan medali.
“Terima kasih semuanya. Prestasi adik-adik telah membuat Dharmasraya bangga,” ujar Afrisal.
Hingga hari kedua, cabor Akuatik Dharmasraya telah mengumpulkan tujuh medali, masing-masing satu emas, empat perak dan dua perunggu.
Angka itu tentu belum menjadi garis akhir. Masih ada nomor-nomor yang menunggu untuk ditaklukkan. Masih ada peluit start yang akan memecah kesunyian kolam. Dan masih ada kesempatan bagi para perenang Dharmasraya untuk kembali menyentuh dinding finis sebagai yang tercepat.
Di Kolam Teratai, perjuangan anak-anak Ranah Cati Nan Tigo masih terus berlanjut. Air boleh sama. Lintasan boleh sama. Tetapi semangat untuk membawa pulang medali bagi Dharmasraya, jelas tak pernah sama.
(Afriza Dedek)







