Beritanda.net – Kekalahan dari PSPS Pekanbaru ternyata bukan sekadar kehilangan tiga poin bagi Semen Padang FC. Hanya beberapa jam setelah takluk 0-1 dalam lanjutan Pegadaian Championship Liga 2 2026/2027, Minggu (4/10/2026) malam, Kabau Sirah resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Nil Maizar.
Keputusan tersebut diumumkan manajemen Semen Padang FC melalui akun resmi klub, tak lama setelah laga Derby Andalas yang berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi.
“Terima kasih atas segala dedikasi, kerja keras dan pengabdian Coach Nil Maizar untuk Semen Padang FC. Berdasarkan hasil evaluasi manajemen, kami resmi mengakhiri kerja sama ini dengan baik-baik,” tulis manajemen Semen Padang FC.
“Terima kasih telah menjadi bagian penting dari skuad Kabau Sirah. Doa terbaik dari kami, semoga sukses dan diberi kelancaran di perjalanan karir berikutnya,” lanjut pernyataan tersebut.
Keputusan itu sejatinya telah diisyaratkan Presiden Semen Padang FC, Andre Rosiade, sesaat setelah pertandingan. Ketika sejumlah suporter menanyakan nasib Nil Maizar dan tim setelah kekalahan dari PSPS, Andre memberikan jawaban singkat.
“Dipecat, tunggu saja penggantinya,” kata Andre sebelum meninggalkan Stadion Patriot Candrabhaga.
Kekalahan dari PSPS pun menjadi laga terakhir Nil Maizar bersama Kabau Sirah.
Dalam pertandingan tersebut, Semen Padang sebenarnya mampu menjaga permainan tetap ketat hingga penghujung laga. Namun, kelengahan pada menit-menit akhir menjadi petaka. Pemain pengganti PSPS, Dimas Wicaksono, mencetak gol tunggal yang memastikan kemenangan tim asal Pekanbaru tersebut.
Gol itu sekaligus menjadi pukulan telak bagi Semen Padang yang harus pulang tanpa poin.
Sebelum keputusan pemutusan kerja sama diumumkan, Nil Maizar masih menghadiri konferensi pers seusai pertandingan. Ia menilai laga berjalan cukup berimbang, meski mengakui PSPS mampu tampil baik dan akhirnya memetik kemenangan.
“PSPS bermain bagus,” kata Nil kepada wartawan.
Nil juga menyebut hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim.
Kekecewaan serupa disampaikan pemain Semen Padang FC, M. Kemaludin. Menurutnya, Kabau Sirah telah berjuang sepanjang pertandingan, tetapi kehilangan konsentrasi pada fase akhir membuat kemenangan lepas dari tangan.
“Selamat untuk PSPS. Kita bermain dengan bagus di 90 menit, tapi kita kecolongan di menit-menit akhir. Ya, mungkin kita akan evaluasi ke depannya,” ujar Kemaludin.
Andre Beri Sinyal Pelatih Juara
Setelah Nil Maizar resmi meninggalkan kursi pelatih, perhatian kini beralih kepada sosok yang akan dipercaya mengangkat kembali performa Kabau Sirah.
Andre Rosiade memberikan petunjuk bahwa manajemen telah menyiapkan kandidat pengganti. Satu hal yang disebutnya, pelatih tersebut memiliki rekam jejak sebagai seorang juara.
“Pelatih ini pernah juara,” ujar Andre di Stadion Patriot Candrabhaga, Minggu (4/10/2026).
Pernyataan tersebut langsung memunculkan spekulasi mengenai siapa sosok yang dimaksud.
Salah satu nama yang kemudian mencuat adalah Stefano Cugurra alias Teco. Pelatih asal Brasil itu bukan nama asing di sepak bola Indonesia dan memiliki rekam jejak panjang di kompetisi kasta tertinggi Tanah Air.
Teco pernah membawa Persija Jakarta meraih gelar Liga 1 2018. Setahun kemudian, ia mengantarkan Bali United menjadi juara Liga 1 2019.
Kesuksesan bersama Bali United kembali diraih Teco pada musim 2021/2022. Selain Persija dan Bali United, ia juga pernah menangani sejumlah klub Indonesia, termasuk Barito Putera.
Meski demikian, hingga manajemen mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan Nil Maizar, Semen Padang FC belum secara resmi menyebut nama pelatih baru yang akan menukangi Kabau Sirah.
Yang pasti, kekalahan dari PSPS telah membawa perubahan besar di tubuh Semen Padang.
Nil Maizar pergi. Kursi pelatih kini kosong, sementara Kabau Sirah harus segera bersiap melanjutkan perjuangan di Pegadaian Championship 2026/2027 dengan sosok baru yang masih menjadi teka-teki.
( Arif )







