Beritanda.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman dan Universitas Islam Riau (UIR) menindaklanjuti Review Report Kejadian Retakan Tanah di Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat yang disusun oleh tim akademisi UIR.
Kajian akademik tentang gejala geologi yang teridentifikasi di empat wilayah Kabupaten Pasaman itu, tak terlepas dari peran putra daerah Pasaman sendiri, Ir. Ulul Azmi, ST, M.Si, CST, IPM, Asean Eng, yang aktif mendampingi sekaligus menjembatani kegiatan ilmiah tersebut.
Kajian ini menjadi langkah awal penilaian ilmiah terhadap indikasi gejala geologi sebagai dasar penyusunan kebijakan mitigasi risiko. Pertemuan resmi antara pimpinan Universitas Islam Riau (UIR) dan Pemkab Pasaman, sekaligus diiringi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Kamis (22/1) di ruang rapat kantor Bupati Pasaman.
Terhadap itu, Ir. Ulul Azmi menegaskan pentingnya menjadikan kajian akademik sebagai dasar kebijakan. Kajian akademik harus menjadi fondasi dalam pengambilan kebijakan, terutama terkait gejala geologi yang berpotensi berdampak luas.
“Sinergi pemerintah daerah dan perguruan tinggi sangat diperlukan agar setiap langkah yang diambil benar-benar berbasis data dan keilmuan,” ujarnya.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pasaman, Welly Suhery, ST, yang menyambut rombongan UIR yang dipimpin Rektor UIR, Admiral, SH, MH.
Menyambut itu, Bupati Pasaman,Welly Suhery, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut.
Kata Welly, Pemkab Pasaman menyambut baik kerja sama dengan UIR.
“Kajian akademik ini menjadi rujukan penting bagi kami dalam menyusun kebijakan mitigasi serta arah pembangunan daerah yang lebih terukur dan berkelanjutan,” tegas Welly Suhery.
Sementara itu, Rektor UIR menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah.
“Universitas Islam Riau berkomitmen hadir dan berkontribusi langsung menjawab persoalan daerah. Kerja sama ini merupakan wujud peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berbasis keilmuan,” ujar Admiral.
Dalam sesi pemaparan, Wakil Direktur I Program Pascasarjana UIR, Rendi Prayuda, S.IP, M.Si, menyampaikan berbagai peluang kerja sama pendidikan pascasarjana bagi aparatur Pemkab Pasaman. Skema tersebut meliputi jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), fast track, serta kelas khusus kerja sama yang dirancang fleksibel dan adaptif.
“Melalui skema RPL, fast track, dan kelas kerja sama, aparatur Pemkab Pasaman termasuk wali nagari dapat meningkatkan kapasitas akademik tanpa meninggalkan tugas pelayanan publik,” jelas Rendi.
Teman Alumni UIR
Menariknya, kegiatan ini juga memiliki ikatan emosional yang kuat. Bupati Pasaman, Welly Suhery, bersama Rektor UIR, Admiral, diketahui merupakan alumni Teknik Perminyakan Universitas Islam Riau Angkatan 1987. Kesamaan latar belakang tersebut dinilai semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia akademik.
Melalui kerja sama ini, Pemkab Pasaman dan Universitas Islam Riau menegaskan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan daerah melalui kajian ilmiah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta mitigasi risiko geologi berbasis keilmuan.
(M. A)







