Beritanda.net – Pergantian pejabat bukan sekadar perpindahan jabatan, tetapi bagian dari kesinambungan pengabdian kepada masyarakat. Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly saat menghadiri serah terima jabatan (sertijab) Camat Lintau Buo Utara dan Pengantar Tugas Camat Lintau Buo, Kamis (24/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, jabatan Camat Lintau Buo Utara diserahterimakan dari Edo Fakhrhazi Herizal, S.STP kepada Rifka Akbar, S.STP, MM. Sementara Camat Lintau Buo Luthfi, S.Pd menjalani pengantar tugas.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung di Aula SMAN 1 Lintau Buo Utara itu juga diikuti pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan Lintau Buo Utara Ny. Dian Rifka Akbar serta Kecamatan Lintau Buo Ny. Yasmita Luthfi oleh Staf Ahli TP PKK sekaligus Wakil Ketua TP Posyandu Tanah Datar Ny. Dwinanda Ahmad Fadly.
Sertijab Ketua TP PKK dan Ketua TP Posyandu Kecamatan Lintau Buo Utara dari Ny. Kiki Edo Fakhrhazi Herizal kepada Ny. Dian Rifka Akbar juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh keakraban tersebut.
Di hadapan jajaran pemerintah kecamatan dan masyarakat, Ahmad Fadly menegaskan bahwa rotasi maupun promosi jabatan merupakan bagian dari pembinaan karier sekaligus upaya memperkuat organisasi pemerintahan.
Menurutnya, pergantian pejabat harus dimaknai sebagai momentum untuk melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi baru dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Jabatan itu bukan mahar, tetapi di dalamnya terkandung amanah dan tanggung jawab. Karena itu, setiap pejabat harus menjalankan tugas dengan ikhlas, jujur, profesional dan loyal dalam mendukung kelancaran pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan,” ujar Ahmad Fadly.

Khusus kepada Camat Lintau Buo Utara yang baru, Wakil Bupati meminta agar segera mengenali karakter wilayah dan masyarakat. Hal itu penting karena Lintau Buo Utara memiliki wilayah yang luas, jumlah penduduk cukup besar serta potensi ekonomi yang beragam.
Salah satu potensi yang disorot adalah sektor peternakan, terutama produksi ayam petelur dan ayam pedaging yang berkembang di wilayah tersebut.
Potensi itu, kata Ahmad Fadly, perlu dioptimalkan melalui koordinasi yang kuat antara pemerintah kecamatan, nagari, pelaku usaha dan masyarakat.
“Kenali lingkungan dan karakter masyarakat di tempat tugas yang baru. Bangun komunikasi dan kerja sama dengan seluruh unsur masyarakat, tampung aspirasi, informasi dan berbagai permasalahan yang ada, kemudian bersama-sama mencari solusi terbaik,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar keberadaan pemerintah di tingkat kecamatan benar-benar dirasakan masyarakat melalui pelayanan publik yang cepat, tepat dan memberikan manfaat.
Setiap program dan kegiatan, lanjutnya, harus diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan di wilayah kecamatan.

Pengabdian Lama, Tugas Baru
Pergantian jabatan juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memberikan apresiasi kepada pejabat yang telah menyelesaikan tugasnya.
Ahmad Fadly menyampaikan terima kasih kepada Edo Fakhrhazi Herizal atas dedikasi dan pengabdiannya selama sekitar dua tahun tujuh bulan memimpin Kecamatan Lintau Buo Utara.
Edo mengakui masa pengabdiannya di Lintau Buo Utara terasa singkat. Masih terdapat sejumlah hal yang menurutnya belum sempat dituntaskan, namun amanah baru membuatnya harus melanjutkan pengabdian di tempat tugas berikutnya.
“Selama kurang lebih dua tahun tujuh bulan kami diberikan amanah sebagai camat. Walaupun terasa singkat dan masih banyak yang belum sempat kami lakukan, namun karena tugas, kami harus melanjutkan pengabdian di tempat yang baru,” katanya.
Kini, tongkat estafet kepemimpinan Kecamatan Lintau Buo Utara berada di tangan Rifka Akbar.
Camat yang baru itu meminta dukungan seluruh unsur masyarakat agar dapat menjalankan amanah sekaligus melanjutkan berbagai program pembangunan yang telah berjalan.
Hal serupa disampaikan Camat Lintau Buo Luthfi. Ia meminta doa dan dukungan masyarakat agar mampu menjalankan tugas dengan baik serta meneruskan komunikasi dan kerja sama yang telah dibangun sebelumnya.
“Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat. Terimalah kami sebagai bagian dari keluarga di Lintau Buo. Kalau ada kekurangan dan kekhilafan, mohon diingatkan agar kami tidak jauh tersesat dalam menjalankan tugas,” ungkapnya.

Estafet Pengabdian di PKK dan Posyandu
Pergantian kepemimpinan juga berlangsung di lingkungan TP PKK dan TP Posyandu Kecamatan Lintau Buo Utara.
Usai melantik Ny. Dian Rifka Akbar sebagai Ketua TP PKK dan Ketua TP Posyandu Kecamatan Lintau Buo Utara serta Ny. Yasmita Luthfi sebagai Ketua TP PKK dan Ketua TP Posyandu Kecamatan Lintau Buo, Ny. Dwinanda Ahmad Fadly mengingatkan pentingnya menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.
Ia berharap kepengurusan yang baru dapat memperkuat kerja sama dengan para kader serta seluruh unsur masyarakat, terutama dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelaksanaan program PKK maupun enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu.
Kepada Ny. Kiki Edo Fakhrhazi Herizal, Ny. Dwinanda menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian selama menjalankan tugas di Kecamatan Lintau Buo Utara.
“Semoga segala pengabdian yang telah diberikan menjadi amal kebaikan dan ibadah yang mendapat ganjaran pahala dari Allah SWT,” ujarnya.
Pergantian pejabat pun akhirnya bukan menjadi akhir dari sebuah pengabdian. Ia menjadi estafet—dari satu tangan ke tangan berikutnya—dengan harapan yang sama: pemerintahan tetap berjalan, pembangunan berlanjut dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik.
(Irfan)







