Beritanda.net – Tanjakan dan turunan perbukitan kembali ditelusuri Bupati Solok Selatan H. Khairunas bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan pihak Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Kamis (24/9/2026).
Bukan sekadar meninjau kondisi jalur, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan kesiapan kawasan untuk dikembangkan sebagai ruang aktivitas wisata berbasis alam.
Peninjauan ini sekaligus melanjutkan langkah serupa yang dilakukan Bupati Khairunas bersama Wakil Bupati H. Yulian Efi dan jajaran Pemkab Solok Selatan pada 3 September 2026. Kala itu, rombongan mendaki menuju Danau Bontak dengan melewati jalur perbukitan yang cukup menantang.
Medan yang terjal dengan rangkaian tanjakan dan turunan justru menjadi salah satu potensi yang hendak diangkat. Karakter jalur dinilai cocok untuk dikembangkan sebagai lokasi wisata petualangan, olahraga alam, hingga aktivitas yang menawarkan pengalaman langsung menikmati lanskap alam Solok Selatan.

Dalam peninjauan bersama TNKS kali ini, perhatian diarahkan pada kondisi jalur, sejumlah titik yang membutuhkan persiapan, serta aspek keamanan dan kenyamanan peserta.
Hal tersebut dinilai penting karena jalur ini ke depan tidak hanya diproyeksikan untuk aktivitas pendakian, tetapi juga menjadi lokasi berbagai kegiatan dan event berbasis alam.
Salah satunya 7K Fun Trail Run yang dijadwalkan berlangsung pada 27 September 2026. Event tersebut akan mengajak peserta melintasi jalur perbukitan sekaligus menikmati pengalaman berolahraga di tengah bentang alam Solok Selatan.
Bagi pemerintah daerah, kegiatan seperti ini tidak semata-mata menjadi agenda olahraga. Event tersebut juga diposisikan sebagai sarana memperkenalkan potensi wisata alam Solok Selatan kepada masyarakat dan peserta dari berbagai daerah.
Di sisi lain, pelaksanaan event juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kesiapan kawasan dalam mendukung aktivitas wisata yang memadukan olahraga, petualangan dan keindahan alam.
Bupati Khairunas juga terus mendorong agar pengembangan kawasan tersebut memiliki keterkaitan dengan rencana penguatan jalur pendakian Gunung Kerinci melalui Solok Selatan.
Potensi itu diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan jaringan wisata petualangan yang lebih luas, sehingga Solok Selatan tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga memiliki beragam pilihan aktivitas bagi wisatawan.
Namun, pengembangan wisata alam tetap harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, keterlibatan TNKS menjadi bagian penting untuk memastikan setiap rencana kegiatan maupun pengembangan jalur tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku di kawasan konservasi.

Ke depan, jalur pendakian tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai arena olahraga dan petualangan. Lebih jauh, kawasan ini diharapkan mampu menjadi salah satu pintu masuk pengembangan wisata alam Solok Selatan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.
7K Fun Trail Run pun menjadi salah satu langkah awal. Dari jalur perbukitan yang menantang, pemerintah daerah mulai memperkenalkan wajah lain Solok Selatan: sebuah kawasan yang menawarkan pengalaman alam sekaligus peluang untuk tumbuh bersama masyarakat.
Dengan peninjauan secara berkala dan kolaborasi Pemkab Solok Selatan bersama TNKS, pengembangan jalur pendakian diarahkan agar aktivitas wisata alam dapat tumbuh tanpa mengabaikan kelestarian kawasan konservasi.
(Irman Kuto)







