Beritanda.net – Langkah kaki itu menembus jalur yang menanjak, melewati bukit demi bukit dan medan yang tak selalu mudah ditaklukkan. Di tengah perjalanan menuju Danau Bontak, Kamis (3/9/2026), Bupati Solok Selatan H. Khairunas bersama Wakil Bupati H. Yulian Efi dan jajaran Pemerintah Kabupaten Solok Selatan tak sekadar melakukan pendakian.
Mereka datang untuk melihat lebih dekat wajah wisata alam Solok Selatan sekaligus merasakan langsung medan yang kelak menjadi bagian penting dari pengembangan kawasan wisata daerah.
Perjalanan menuju Danau Bontak cukup menguras tenaga. Jalur yang menanjak dan menurun dengan kondisi medan yang menantang menjadi gambaran nyata bahwa pengembangan wisata alam tidak cukup hanya dilakukan di atas meja. Kondisi lapangan harus dilihat, dirasakan dan dipahami sebelum sebuah kawasan dikembangkan.
Meski harus menempuh perjalanan yang tidak ringan, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah Bupati Khairunas dan Wakil Bupati Yulian Efi. Sepanjang perjalanan, rombongan melihat potensi alam sekaligus berbagai tantangan yang perlu dibenahi untuk menjadikan kawasan tersebut lebih siap menerima wisatawan.

Bupati Khairunas mengatakan, pengembangan wisata alam harus diawali dengan pemahaman terhadap kondisi riil di lapangan. Keindahan alam memang menjadi modal utama, namun aksesibilitas, keamanan, jalur pendakian serta fasilitas pendukung juga menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan.
“Potensi wisata alam kita sangat besar. Karena itu, harus kita lihat langsung apa yang perlu dibenahi dan bagaimana aksesnya bisa dikembangkan. Termasuk jalur pendakian Gunung Kerinci dari Solok Selatan,” ujar Khairunas.
Menurutnya, Solok Selatan memiliki peluang besar untuk mengembangkan wisata berbasis petualangan. Salah satunya melalui penguatan akses pendakian Gunung Kerinci dari wilayah Solok Selatan.
Rencana tersebut tidak semata-mata membuka jalur baru menuju Gunung Kerinci. Lebih jauh, pemerintah daerah ingin membangun sebuah kawasan wisata yang terencana, aman dan mampu memberikan pengalaman bagi wisatawan, tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Dalam konteks itu, Danau Bontak dan jalur pendakian Gunung Kerinci dipandang memiliki keterkaitan yang kuat. Keduanya dapat dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem wisata alam yang saling terhubung.

Dengan konektivitas destinasi yang semakin baik, wisatawan nantinya tidak hanya datang untuk menikmati satu objek wisata. Mereka dapat memperoleh pengalaman yang lebih panjang—menyusuri jalur pendakian, menikmati lanskap alam, menjelajahi kawasan Danau Bontak hingga merasakan kehidupan masyarakat di sekitar destinasi.
Bagi pemerintah daerah, pengembangan pariwisata juga harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Meningkatnya kunjungan wisatawan diharapkan membuka ruang ekonomi baru bagi warga sekitar, mulai dari jasa pemandu wisata, transportasi, homestay, kuliner hingga pengembangan produk UMKM.
Karena itu, pembangunan akses dan fasilitas wisata nantinya tidak hanya ditujukan untuk memudahkan wisatawan, tetapi juga menciptakan ruang bagi masyarakat lokal untuk mengambil manfaat dari tumbuhnya aktivitas pariwisata.
Pendakian menuju Danau Bontak menjadi salah satu gambaran pendekatan tersebut. Pemerintah daerah tidak ingin pengembangan pariwisata berhenti pada konsep dan perencanaan, tetapi berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan.

Dari jalur yang terjal, akses yang masih membutuhkan pembenahan hingga potensi alam yang belum sepenuhnya tergarap, semuanya menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah berikutnya.
Dengan Danau Bontak sebagai salah satu potensi destinasi dan penguatan jalur pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan sebagai bagian dari visi pengembangan wisata petualangan, pemerintah daerah melihat peluang untuk membawa nama Solok Selatan lebih jauh sebagai daerah tujuan wisata alam.
Alam telah menyediakan kekayaannya. Kini, tantangannya adalah bagaimana pemerintah dan masyarakat mengelolanya dengan bijak—membuka akses tanpa merusak, mendatangkan wisatawan tanpa menghilangkan karakter alam, dan menjadikan keindahan yang dimiliki Solok Selatan sebagai sumber manfaat bagi masyarakat.
(Irman Kuto/*)







