Beritanda.net – Setelah berganti ”baju” dari PDAM menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Solok nan Indah, pelanggan Air Bersih menaruh harapan besar akan terjadi lompatan besar terhadap kinerja penyedia kebutuhan primer masyarakat tersebut.
Namun yang terjadi justru sebaliknya, pelayanan jasa distribusi air bersih dari Perumda Tirta Solok nan Indah malah semakin parah. Faktanya, sejak 4 hari terakhir, terhitung dari Kamis hingga Minggu (13-16/8/2026), aliran air ke rumah-rumah warga di Kawasan nagari Koto Baru mati total.
Kiris air mengakibatkan para pelanggan terpekik. Komsumen berturo-turo, karena persedian air bersih di rumah-rumah mereka telah kering.
Dalam kondisi ini, para pelanggan, terutama yang bermukim di perumahan Batubatupang Indah, jorong Kajai, nagari Kotobaru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, makin gelisah akibat krisis air bersih. Jangan untuk mandi dan mencuci, bahkan untuk sekedar buang hajat saja mereka telah kekuarangan air.
”Ini bagaimana PDAM ini, sudah 4 hari air tidak mengalir, Apa yang terjadi?”tanya Toni dalam group WA warga Perumahan Batutupang.
Keluhan konsumen bahkan berujung umpatan terhadapn kinerja Perumda Tirta Solok Nan Indah (PDAM) Kabupaten Solok. Sebagai institusi penyedia layanan kebutuhan dasar masyarakat, Perumda atau PDAM mestinya gerak cepat mencarikan solusi.
“Sudah tiga hari air PDAM tidak mengalir. Persediaan air untuk kebutuhan harian telah kering,” ujar seorang pelanggan lainnya,
Menyertai keluhan itu, salah satu pelanggan lain di Parumahan Batubatupang bahkan mencoba menghungi karyawan Perumda Tirta Solok Nan Inda soal berhetinya aliran air bersih. Namun informasi yang diperoleh sangat mengangetkan. Konon soal tanggung jawab distribusi air sudah dipihak ketigakan.
”Petugas yang dibuhungi mengaku sudah dipihak ketigakan. Mereka menyebut masalah perbaikan jaringan air tidak menjadi tanggung jawab mereka lagi,” ungkapnya.
Parah! Sebagai kebutuhan primer, air bersih yang dimanfaatkan warga untuk kebutuhan memasak dan MCK, sejauh ini harus berhembat-hemat menggunakan air agar tidak sampai kekeringan.
Namun kata warga, bagaimana caranya berhemat, karena kebutuhan air tidak untuk memasak saja, juga untuk keperluan keseharian. Bila sampai besok (Senin-red) air tidak hidup juga, semua ketersedian air warga sudah habis.
Pipa Tersumbat, Ada Sabotase?
Terhadap itu, Direktur Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Solok Nan Indah, Febri Fauzan yang dikonfirmasi, Minggu (16/8/2026), menyatakan ada penyumbatan instalasi pipa di kawasan simpang Citra Kotobaru, Kecamatan Kubung.
Febri menyebut, jaringan pipa di kawasan simpang Simpang Sawah Baliak, Kotobaru, mengalami tersumbat.
”Sejak Sabtu (15/8/2026) kita menelusuri jaringan pipa yang tersumbat, baru hari ini diketahui ada penyumbatan. Kini kami sedang bekerja melakukan perbaikan,”ujar Febri Fauza.
Dirut Perumda Tirta Solok Nan Indah mengaku meara aneh karena terjadi penyumbatan dalam pipa air. Banyak sampah jenis plastik dan batu ditemukan dalam jaringan pipa, sehingga aliran air menjadi terganggu.
” Kami sangsi ini ada sabotase, kami juga telah laporkan masalah ini ke pihak berwajib,” jelas Febri dari balik gagang teleponnya.

Bantah Perbaikan Diserahkan ke Pihak Ketiga
Setentang informasi pendistribusian dan perbaikan jaringan pipa telah di pihak ketigakan atau Perumda Tirta Solok Nan Inda memakai jasa vendor, Febri Fauza langsung membatah tidak benar.
Dirut Perumda itu menampik anggapan pihaknya telah melimpahkan tanggung jawab kepada vendor air bersih. Ia meluruskan, yang terjadi adalah karena pada hari libur karyawan tidak masuk kerja, sehingga pihaknya terpaksa memakai jasa pekerja dari luar untuk memperbaiki jaringan pipa yang rusak.
”Tidak benar kami menyerhakan pekerjaan kepihak ketiga. Tetapi karena kekurangan karyawan yang sedang libur, kami memang terpaksa memakai jasa pekerja harian untuk membantu perbaikan jaringan,” jelasnya.
Dalam situasi serupa itu, sangat terbaca bahwa sistim manajemen Perumda Tirta Solok Nan Indah kurang profesional. Pasalnya, sebagai lembaga pelayanan publik, seyogyanya terhadap karyawan diberlakukan sistim piket untuk menjaga kualitas pelayanan.
Dengan sistim piket, kendati hari libur, mestinya pelayanan dan perbaikan jaringan pipa yang mengalami kerusakan tetap terjaga dan tidak harus pula sampai meminta angok keluar badan, atau mencari pekerja diluar karyawan.
Namun demikian, Dirut Perumda Tirta Solok Nan Indah Febri Fauza, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan karena terjadi gangguan pasokan air. Ia berjanji segera kmenuntutaskan pekerjaan sampai kemudian pelanggan air bersih di nagari Kotobaru kembali menerima pasokan air bersih.
Sebagai solusi dan tindakan sementara, pihak Perumda Tirta Solok Nan Indah telah melakukan pendistribusian air bersih dengan menggunakan truk tangki kerumah-rumah warga.
Febri mengaskan, pihaknya optimistis kerusakan jaringan pipa akan teratasi cepat, bahkan diprediksi pada Senin besok (17/8/2026) distribusi air bersih akan lancar kembali.
“Kami menyampaikan maaf atas gangguan yang tiba-tiba ini. Untuk antisipasi kekurangan air, kita telah mendrop air bersih dengan menggunakan truk tangki. Sekarang kami terus memaksimalkan usaha perbaikan untuk memenuhin kebutuhan masyarakat. ” ungkap Febri Fauza.
(irman Kuto / Rusmel)







