Beritanda.net – Langkah diplomasi Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menembus “tembok birokrasi” Jakarta, kembali membuahkan hasil manis bagi para petani di daerahnya.
Dalam kunjungannya ke Kementerian Pertanian (Kementan) di Jakarta pada Senin (27/7/2026), Dharmasraya berhasil memboyong tambahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk sektor pra-panen, penanganan kemarau, hingga pascapanen.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Andi Nur Alam Syah serta Direktur Pascapanen Rizal Ismail. Dalam audiensi yang berlangsung hangat ini, Bupati Annisa turut didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian Dharmasraya, Lasmiyati.
Bupati perempuan pertama dan satu-satunya di Sumatera Barat tersebut menegaskan bahwa setiap langkah ke kementerian merupakan ikhtiar nyata untuk membawa program, anggaran, dan fasilitas pusat demi kesejahteraan petani daerah.
“Dari langkah konsisten ini, kami berharap lahir manfaat besar bagi petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional,” ujar Annisa.

Adapun bantuan yang berhasil disepakati mencakup:
Sektor Pascapanen: 2 unit UV Dryer kapasitas 10 ton, 1 unit Vertical Dryer, 1 unit Combine Harvester, dan 2 unit Power Thresher.
Antisipasi Kekeringan: 20 unit pompa air ukuran 6 inci dan 50 unit pompa air ukuran 3 inci.
Sektor Pra-Panen: 10 unit traktor roda dua (TR2) dan 5 unit traktor roda empat (TR4) untuk efisiensi pengolahan lahan.
Teknologi Pertanian: 1 unit drone pemetaan kawasan guna mendukung perencanaan berbasis data.
Tambahan ini semakin melengkapi capaian Pemkab Dharmasraya sepanjang tahun 2026, di mana total nilai bantuan sektor pertanian yang berhasil diperjuangkan dari pusat diperkirakan mencapai tidak kurang dari Rp20 miliar.
Guna memperkuat ekosistem pertanian dari hulu ke hilir, ikhtiar ini juga bakal ditopang oleh rencana pembangunan Gudang Bulog di Kabupaten Dharmasraya yang segera direalisasikan dalam waktu dekat.
Kehadiran gudang ini diharapkan dapat mengoptimalkan penyerapan gabah, menjaga stabilitas harga, serta memberikan kepastian pasar bagi para petani lokal.
(Afriza Dedek)







