Beritanda.net – Puncak Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 berlangsung meriah hingga membuat Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Republik Indonesia, Giring Ganesha yang hadir bersama Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimi terkesima di Lapangan Parkir Muaro Pantai Gandoriah Pariaman, Minggu (28/6/2026).
Menyambut itu, Wamen Kebudayaan, Giring Ganesha mengatakan, Tabuik bukan hanya tradisi, tetapi ini adalah jiwa dari Pariaman.
Menurut Giring, Tabuik menjadi ekspresi budaya yang memadukan spiritulitas, seni dan semangat gotong royong yang tak lekang oleh waktu. Ini adalah sebuah ekspresi yang luar biasa, karena juga sesuai dengan spirit bapak Presiden RI, Prabowo Subianto yang menyakini bahwa kebudayaan adalah kekuatan besar bangsa ini.
“Kota Pariaman tidak hanya mempunyai kebudayaan yang luar biasa tetapi juga kulinernya. Kuliner ini insyaallah akan kita bawa dan lestarikan serta promosikan ke seluruh Indonesia”, tambahnya.
Wamenbud menyebutkan Pesona Budaya Hoyak Tabuik sudah menjadi bagian dari 125 Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026. Pihaknyaoptimistis, ketika kebudayaan diinvestasi, dampaknya pasti sangat luar biasa untuk pariwisata dan ekonomi kreatif serta kebahagian bagi warga Kota Pariaman.
“Bapak Wakil Gubernur Sumbar dan Wali Kota Pariaman jangan pernah ragu beriinvestasi dalam kemajuan kebudayaan”, ulasnya.
Ia sekaligus menyampaikan terima kasih kepada anak nagari Tabuik yang ikut membangun tabuik hingga mengantar Tabuik dibuang ke laut. Teruslah semangat melestarikan dan memajukan kebudayaan Kota Pariaman.
Mantan vokalis band dan penyanyi Laskar Pelangi itu, serta merta ikut memeriahkan puncak Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 dengan menghibur ribuan pengunjung dengan menyanyikan lagu andalannya sebelum Tabuik dibuang ke laut.

Mengirngi itu, Wagub Sumbar Vasco Ruseimy mengungkapkan, Kota Pariaman dari aspek wilayah tidak terlalu luas, tapi nama Kota Pariaman sudah mendunia.
Vasko mengaku bersyukur puncak Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 dihadiri oleh Wamen Kebudayaan, Giring Ganesha dan tahun lalu dihadiri oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.
“Ini menandakan Menteri dan Wakil Menteri mengetahui bahwa di Kota Pariaman ada budaya Tabuik. Kota Pariaman dikenal seluruh pelosok dunia dan Tabuik inilah menjadi salah satu budaya di Kota Pariaman yang perlu kita lestarikan”, terangnya.

Terhadap itu, Wali Kota Pariaman, Yota Balad juga menyampaikan, Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 merupakan pesta kebudayaan yang menjadi bagian dari komoditas pariwisata daerah yang harus dijaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang.
Dikatakan, Tabuik tahun ini cukup banyak mendapat dukungan, baik dari Pemerintah Pusat dan daerah, mulai dari Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf), Provinsi Sumbar dan Komunitas Sepeda Sehat Pariaman (KOSSPA).
“Dukungan tersebut telah menghadirkan berbagai kegiatan seni, musik, tari, kuliner, tradisi budaya, fashion, bazar ekraf dan UMKM serta sport tourism, secara tidak langsung meningkatkan pendapatan masyarakat dan perekonomian Kota Pariaman”, ungkapnya.
Yota Balad menyebut, sepekan kedepan merupakan hari yang membahagiakan untuk Pemerintahan dan masyarakat Kota Pariaman, karena pada tanggal 2 Juli 2026, merupakan Hari Jadi Kota Pariaman yang ke-24 Tahun.
Disampaikan, untuk merayakan hari jadi tersebut, Pemko Pariaman mengadakan beberapa event diantaranya bazar UMKM, Tablig Akbar dan zikir bersama, makan bajamba bersama warga Pariaman, Pariaman Festival Band dan Hiburan Rakyat yang berlangsung dari tanggal 1 sampai 4 Juli 2026.
“Mari kita hadiri dan datang beramai-ramai ke Kota Pariaman”, serunya.
Yota Balad juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk mensukseskan Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026.
“Mulai dari jajaran di Pemerintahan pusat, provinsi dan Kota Pariaman, para tokoh masyarakat, perantau, ninik mamak, tuo Tabuik dan seluruh masyarakat yang telah melestariakan Tabuik Piaman ini,{ungkapnya.”ucapnya.
(Rel/Red)







