Beritanda.net – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya mencegah terjadinya stunting semakin nyata dengan pemenuhan protein dan gizi sejak dini. Kebijakan itu dilakukan bupati Annisa Suci Ramadhani dengan pemberian paket makanan tahap II untuk 19 orang Ibu hamil dan ibu menyusui, Selasa (23/6/2026). di Kecamatan Timpeh.
Paket makanan untuk ibu hamil sendiri, merupakan program pemenuhan nutrisi dirancang khusus untuk memastikan asupan gizi ibu dan janin tercukupi, hingga mencegah komplikasi, anemia, dan risiko stunting sejak dini.
“Paket ini berisi makanan padat energi, protein, dan mikronutrien,” kata Bupati Annisa.
Hadir pada kesempatan, Kepala Dinas Kesehatan Hj. Yosta Defina, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Sosial P3APPKB), Martin Efendi, Camat Timpeh Rizky Rullien Putra, Wali Nagari Se Kecamatan Timpeh, Ketua Bamus, Kepala Puskesmas, Bidan Desa dan Kader Posyandu Se Kecamatan Timpeh.

Bupati Annisa menjelaskan, pencegahan stunting harus dimulai sejak dini. Bahkan sejak seorang ibu mulai mengandung. Jangan terlambat dalam membaca situasi, karena akan berdampak fatal terhadap kesehatan ibu dan anak dimasa akan datang.
“Penanganan stunting harus dimulai dari masa kehamilan. Sekira bantuan diberikan saat anak berusia empat atau lima tahun. Tentunya sangat terlambat,” tegas Annisa.
Annisa menjelaskan, bantuan diberikan dalam bentuk paket makanan, disalurkan secara bertahap selama masa kehamilan, hingga enam bulan setelah melahirkan. Total nilai bantuan diterima setiap penerima bantuan mencapai Rp3 juta, dan disalurkan pada minggu kedua setiap bulan.
Program tersebut, merupakan komitmen telah dicanangkan sejak pencalonan dirinya, menjadi Bupati Dharmasraya. Maka realisasi saat ini, diutamakan bagi keluarga termasuk dalam kategori desil 1 dan desil 2. Adapun data penghimpunan, berdasarkan data kesejahteraan masyarakat, dengan data penerima melalui puskesmas.
“Target utama dari awal adalah, ibu hamil dan ibu menyusui dari keluarga desil 1 sampai desil 5. Namun karena keterbatasan anggaran daerah. Program ini kita mulai dari desil 1 dan 2, mudah-mudahan tahun depan dapat dilaksanakan lebih luas lagi,” katanya.
Bupati juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kehamilan kepada petugas kesehatan dan pemerintah nagari. Agar dapat memperoleh pendampingan serta intervensi diperlukan sejak awal.
“Sekiranya, ada ibu hamil dari keluarga desil 1 dan 2 belum terdata. Segera laporkan kepada Wali Nagari, puskesmas maupun Dinas Sosial. Agar dapat diverifikasi dan masuk dalam pendataan program,” tegasnya.
Selain menyerahkan bantuan, Bupati Annisa juga gelar dialog langsung dengan para penerima manfaat. Ia lebih menekankan akan pentingnya pengetahuan para ibu hamil. Terutama mengenai pemenuhan gizi selama kehamilan, pola asuh anak, serta langkah-langkah pencegahan stunting sejak dini.
Untuk bidan serta kader Posyandu, supaya berperan aktif memberikan edukasi dan pendampingan terhadap ibu hamil maupun ibu menyusui di setiap nagari.

Selain Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari presiden Prabowo, menyasar keluarga desil 1 hingga desil 10, pemerintah juga memiliki program bantuan bagi ibu hamil dari Kementerian Kesehatan. Diperuntukkan bagi kehamilan rentan.
“Semua program pemerintah ini memiliki tujuan sama. Yakni, memastikan ibu dan anak mendapatkan asupan gizi baik. Sehingga mampu melahirkan generasi sehat dan bebas stunting,” katanya.
Menyambut itu, Titin, salah seorang warga pemerima bantuan, sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Bupati dan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya., yang telah begitu peduli kepada ibu hamil dan menyusui.
Menurutnya, bantuan yang diterima sangat bermanfaat guna memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan dan setelah melahirkan.
“Semoga program ini terus berlanjut dan dapat dirasakan lebih banyak masyarakat,” ungkapnya.
(Afriza Dedek)







