Beritanda.net – Penanggulangan stunting di Kabupaten Tanah Datar menjadi perhatian serius karena dapat mengancam kualitas sumber daya manusia di masa depan. Stunting tidak hanya berdampak pada terhambatnya pertumbuhan fisik anak, tetapi juga dapat menurunkan kemampuan kognitif dan kecerdasan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting (TP3S) Kabupaten Tanah Datar, saat membuka Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting di Aula Bappeda Litbang, Kamis (5/3/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra, Staf Ahli TP PKK Ny. dr. Dwinanda Ahmad Fadly, Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi, Kepala Bappeda Litbang Adriayanti Rustam, pimpinan OPD terkait serta para camat se-Kabupaten Tanah Datar.
Dalam arahannya, Wabup Ahmad Fadly menyampaikan bahwa berdasarkan hasil penimbangan dan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Tanah Datar masih perlu ditekan melalui berbagai langkah strategis dan kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, diperlukan kajian bersama serta langkah konkret di lapangan agar balita di Tanah Datar tidak terindikasi stunting.
“Saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencegah dan menurunkan angka stunting di Tanah Datar dengan aksi nyata di lapangan. Saya juga meminta kepada seluruh camat untuk memaparkan apa yang telah dan akan dilakukan terkait percepatan penurunan dan pencegahan stunting, termasuk strategi yang akan dilaksanakan ke depan,” tegasnya.
Ia juga berharap seluruh Tim Percepatan Penurunan Stunting mulai dari tingkat jorong, nagari, kecamatan hingga kabupaten dapat saling berkoordinasi dan bergerak cepat dalam melakukan berbagai langkah penanganan.
“Monitoring, evaluasi dan audit kasus stunting harus terus dilakukan serta melibatkan masyarakat melalui sosialisasi oleh dinas terkait, sehingga upaya penurunan stunting benar-benar menjadi gerakan bersama,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua TPPS sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra mengatakan bahwa percepatan penurunan stunting harus melibatkan berbagai sektor dan perangkat daerah terkait.
“Stunting bukan sekadar angka dalam laporan. Di balik itu ada masa depan anak-anak kita yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai seorang ibu dirinya meyakini bahwa kekuatan sebuah bangsa berawal dari keluarga, dari perhatian orang tua, serta kepedulian masyarakat terhadap tumbuh kembang anak.
“Mari kita bergerak bersama, mulai dari pemerintah, nagari, kader PKK, tenaga kesehatan hingga seluruh masyarakat. Kita pastikan setiap anak di Tanah Datar tumbuh sehat, kuat dan cerdas,” katanya.
Ny. Lise juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam sayuran dan pohon buah sebagai salah satu upaya meningkatkan pemenuhan gizi keluarga.
Menurutnya, dengan kebersamaan dan kepedulian semua pihak, Kabupaten Tanah Datar akan mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas dan terbebas dari stunting demi masa depan daerah yang lebih baik.
(Irfan)







