Beritanda.net – Upaya mencegah stunting di Kabupaten Dharmasraya terus diperkuat dari hulu. Pemerintah daerah menggulirkan bantuan permakanan bagi ibu hamil dan ibu menyusui sebagai langkah mendukung pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga periode awal kehidupan anak. Hingga Oktober 2026, program tersebut telah menjangkau 1.469 penerima manfaat di seluruh kecamatan.
Komitmen itu kembali diwujudkan Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, melalui penyerahan bantuan permakanan tahap VI di Kecamatan Pulau Punjung dan Kecamatan Koto Besar, Minggu (25/10/2026).
Program tersebut merupakan bagian dari realisasi janji kampanye pasangan Bupati Annisa Suci Ramadhani dan Wakil Bupati Leli Arni, sekaligus upaya memperkuat kesehatan ibu dan anak serta menekan risiko stunting sejak dini.
Di Kecamatan Pulau Punjung, bantuan disalurkan kepada 81 penerima manfaat, terdiri atas 37 ibu hamil dan 44 ibu menyusui. Sementara di Kecamatan Koto Besar, sebanyak 37 orang menerima bantuan, dengan rincian 19 ibu hamil dan 18 ibu menyusui.
Dengan demikian, penyaluran di dua kecamatan tersebut menjangkau 118 penerima manfaat.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Hj. Yosta Defina, Plt. Kepala Dinas Sosial P3APPKB dr. Helmi Muslim, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Camat Pulau Punjung Erik Harja, serta Camat Koto Besar.
Annisa menegaskan, pemenuhan gizi ibu tidak boleh baru menjadi perhatian setelah anak dilahirkan. Perhatian terhadap asupan nutrisi harus dimulai sejak masa kehamilan karena berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin.
“Justru sejak masa kehamilan, pemenuhan gizi ibu sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin,” ujarnya.
Menurut Annisa, pencegahan stunting membutuhkan langkah berkelanjutan, mulai dari pemenuhan nutrisi yang memadai, pemeriksaan kehamilan secara rutin, hingga pendampingan kesehatan bagi ibu dan anak.
Karena itu, bantuan permakanan dirancang untuk diberikan secara bertahap selama masa kehamilan hingga enam bulan masa menyusui. Program ini diharapkan membantu meringankan kebutuhan penerima manfaat sekaligus meningkatkan perhatian keluarga terhadap pentingnya gizi pada periode awal kehidupan anak.

Annisa juga menyampaikan harapan agar seluruh ibu hamil dan ibu menyusui di Dharmasraya senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran hingga proses persalinan. Anak-anak yang dilahirkan diharapkan tumbuh sehat, cerdas, saleh dan salehah, serta kelak menjadi generasi penerus yang berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah memprioritaskan masyarakat yang membutuhkan, terutama keluarga yang masuk kelompok desil 1 dan desil 2 berdasarkan data kesejahteraan yang digunakan pemerintah.
Annisa menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Pemerintah daerah membuka peluang untuk memperluas jangkauan program apabila kondisi anggaran memungkinkan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi seluruh unsur pemerintah dan masyarakat agar bantuan benar-benar diterima oleh kelompok sasaran. Perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan kader Dasawisma diharapkan berperan aktif dalam memastikan ketepatan sasaran sekaligus memperkuat edukasi mengenai gizi dan kesehatan ibu serta anak.
Berdasarkan akumulasi penyaluran sejak program diluncurkan pada Mei hingga Oktober 2026, jumlah penerima bantuan permakanan di seluruh kecamatan mencapai 1.469 orang. Rinciannya, 141 penerima pada Mei, 230 pada Juni, 251 pada Juli, 264 pada Agustus, 283 pada September, dan 300 pada Oktober.
Capaian tersebut menunjukkan jangkauan program yang terus berkembang dari bulan ke bulan. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berharap bantuan ini semakin memberikan manfaat bagi ibu hamil dan ibu menyusui yang membutuhkan, sekaligus memperkuat fondasi kesehatan generasi mendatang.
Melalui program tersebut, Pemkab Dharmasraya berupaya mendorong pemenuhan gizi ibu dan anak sebagai bagian dari langkah mewujudkan Dharmasraya Sejahtera Merata.
(Afriza Dedek)







