\Beritanda.net – Tindaklanjuti penandatanganan deklarasi pemberantasan LGBTB di Lapangan Cindua Mato belum lama ini, Polres Tanah Datar turunkan tim terpadu beranggotakan Pasi Ops Kodim Tanahdatar, Kebangpol, Kominfo, Dinas Pendidikan, PWI, MUI UIN Batusangkar serta OPD terkat, gencar malakukan sosialisasi pemberantasan LGBT dan penyakit menyimpang masyarakat (Pekat) ke sekolah-sekolah.
Kapores Tanah Datar diwakili Kabag Ops setempat, AKP Asrol langsung membuka sosialisasi di SMAN 1 Sungayang, dihadiri ratusan siswa , Kapolsek Sungayang IPTU Hosnitra dan anggota, Kepsek SMAN 1 Sungayang dengan jajaran tenaga pendidik dan tata usaha,Senin (13/7/2026).
Selain SMAN 1 Sungayang, tim Pemberantasan LGBTB dan penyakit menyimpang masyarakat, juga menyasar empat sekolah lainnya yakni, SMAN 1 Batusangkar, SMAN 1 Padang Ganting, SMAN1 Pariangan dan SMAN 1 Salimpaung.
AKP Asrol berharap, setiap siswa sekolah yang dikunjungi dapat berpartisipasi fan berperan aktif dalam pemberantasan setiap pemyakit masyarakat.
“Kita berharap sekolah dengan seluruh insan yang terkait didalamnya dapat berperan aktif dan ikut serta memberantas penyakit masyarakat di Kabupaten Tanahdatar,” katanya.
Penyakit masyarakat berupa LGBT, Narkoba Judi dan lain sebagainya sudah sangat meresahkan dikalangan masyarakat terutama anak muda hingga orang dewasa.
“Mari kita bersama memerangi penyakit masyarakat tersebut, agar hilang di Tanahdatar,” katanya.
Ia berpesan kepada para guru, Kepala Sekolah, orang tua, tokoh masyarakat, niniak mamak serta masyarakat untuk selalu mengawasi anak anak dalam setiap pergaulannya, awasi juga anak anak dalam mengunakan hand phone, jangan lengah.
Senada, ustadz Yasin dari MUI Tanah Datar, menyampaikan tentang bahaya LGBT dan pengaruh penyakit masyarakat lainya dari sisi agama.
Disebutkan, agama islam sangat melarang membenci yang namanya LGBT serta penyakit masyarakat lainnya.
” Jauhi LGBT dan penyakit masyarakat lainnya, haram hukumnya dalam agama islam,” katanya.
Ia berharap siswa siswi sekolah menengah atas khususnya di Tanahdatar untuk tidak terlibat dengan pergaulan bebas, LGBT hinga narkoba, karena semua itu akan merusak masa depan.
“Masa depan berada ditangan kalian semua, jauhi segala bentuk maksiat, narkoba dan penyakit masyarakat lainnya, dekatkan diri pada sang pencipta, jangan tinggalkan sholat lima waktu, semoga kita semua terhindar dari mara bahaya,” paparnya.
(Antoni)







