Korban Kecelakaan Bus ALS di Padang Panjang 35 Orang, 12 Meninggal dan 23 Luka-Luka
Beritanda – Kecelakaan tunggal dialami bus ALS jurusan Medan– Jakarta via Padang Panjang dengan Nopol B 7512 FGA terjadi di Bukit Surungan, Padang Panjang, Senin (06/05/2025) sekira pukul 08.15 Wib pagi.
Kecelakaan tragis yang menimpa Bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) merk ALS itu diduga akibat mengalami rem blong. Namun demikian, Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Sumatera Barat masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab musibah ini.
Kapolres Padang Panjang, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro menyebut, ada sebanyak 35 orang korban akibat kecelakaan Bus ALS.
” 12 orang penumpang meninggal dunia, diantarnya 7 laki-laki dan 5 perempuan termasuk 2 anak-anak. Kemudian sebanyak 23 orang mengalami luka-luka (17 laki-laki, 6 perempuan),”kata Kapolres.
Dikatakan, proses evakuasi berlangsung dramatis karena sebagian korban terjepit di dalam badan bus. Hingga kini, tim gabungan masih terus bekerja di lapangan.
Sejauh ini, langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan meliputi Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) oleh Satlantas dan olah TKP oleh TAA Polda Sumbar
Evakuasi korban dan pemberian pertolongan bekerja sama dengan SAR Padang, Damkar, BPBD, Satpol PP, Dishub, PMI, Brimob, serta dinas terkait lainnya
Polisi juga melakukan Pendataan dan identifikasi korban di RSUD Padang Panjang, berikut Pengamanan sopir dan kernet bus, termasuk pemeriksaan tes urine
” Kita juga melakukan Pendirian pos DVI (Disaster Victim Identification) di RSUD untuk mengidentifikasi korban jiwa,”jelasnya.
Menurut Kapolres AKBP Kartyana, penyediaan layanan trauma healing bagi korban dan keluarga juga dilakukan melalui tim psikologi RSUD, Polda Sumbar, dan Polwan. Sejalan, telah dilakukan koordinasi intensif dengan pihak Jasa Raharja untuk penanganan santunan korban
” Kita mendirikan Posko Bersama Penanganan Laka Padang Panjang di RSUD Padang Panjang,”terang Kapolres
Disisi lain, Polres dan pemerintah Kota Padang Panjang sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Informasi resmi akan terus diperbarui seiring dengan perkembangan penanganan di lapangan.