Beritanda.net – Delapan nyawa melayang dalam 62 kecelakaan lalu lintas selama Operasi Patuh Singgalang 2025 di Sumatera Barat. Angka tersebut menjadi peringatan serius bagi seluruh pengguna jalan sekaligus menegaskan pentingnya peningkatan disiplin berlalu lintas dalam pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2026.
Polres Dharmasraya resmi memulai operasi tersebut melalui Apel Gelar Pasukan di lapangan apel Mapolres Dharmasraya, Senin (26/10/2026). Wakil Bupati Dharmasraya, Leli Arni, S.Pd, M.Pd, bertindak sebagai pembina apel sekaligus membacakan amanat Kapolda Sumatera Barat.
Apel gelar pasukan diikuti personel TNI, Brimob Kompi C, Polres Dharmasraya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dalam kegiatan tersebut, Leli Arni bersama Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, SIK, MAP, dan unsur Forkopimda melakukan pemeriksaan pasukan. Kegiatan juga ditandai dengan penyematan pita kepada perwakilan personel sebagai simbol dimulainya Operasi Patuh Singgalang 2026.
Operasi tahun ini mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lantas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan”. Fokus utamanya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan lalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan di jalan raya.
Dalam amanat Kapolda Sumatera Barat yang dibacakan Wakil Bupati, ditegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas bukan semata-mata tanggung jawab kepolisian, melainkan kewajiban bersama seluruh pengguna jalan.
Keberhasilan operasi, menurut amanat tersebut, tidak cukup diukur dari banyaknya pelanggaran yang ditindak. Lebih dari itu, keberhasilan harus tercermin dari meningkatnya kesadaran masyarakat, tumbuhnya budaya tertib berlalu lintas, serta menurunnya angka kecelakaan.
Data pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2025 mencatat sebanyak 62 kejadian kecelakaan lalu lintas, dengan korban meninggal dunia delapan orang, luka berat 11 orang, dan luka ringan 76 orang.
Pada aspek penegakan hukum, tercatat 239 kasus tilang melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) serta 6.293 teguran kepada pelanggar lalu lintas.
Data tersebut menjadi pengingat bahwa upaya mewujudkan keselamatan di jalan raya membutuhkan langkah yang konsisten, mulai dari edukasi hingga penegakan hukum.
Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2026, personel diminta meningkatkan edukasi kepada masyarakat, memetakan lokasi rawan kecelakaan dan pelanggaran, serta menjalankan penegakan hukum secara profesional dan humanis.
Petugas juga diharapkan memanfaatkan teknologi untuk mendukung pengawasan lalu lintas, meningkatkan kemampuan personel, serta memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.
Selain itu, seluruh personel diingatkan untuk menjaga integritas, menghindari praktik pungutan liar, tidak menyalahgunakan kewenangan, dan senantiasa bertindak sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui operasi ini, Polres Dharmasraya diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan masyarakat, menekan angka kecelakaan, serta menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar.
Pada akhir amanatnya, Kapolda Sumatera Barat secara resmi menyatakan Operasi Patuh Singgalang 2026 dimulai pada Senin, 26 Oktober 2026.
(Afriza Dedek)







