Beritanda.net – Menjelang pelantikan pengurus pada 28 Oktober 2026 mendatang, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kota Solok mulai mematangkan langkah untuk memperkuat peran organisasi dalam mendukung kemajuan sektor pertanian. Salah satunya melalui audiensi dengan Wali Kota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, di ruang kerja Wali Kota Solok, Selasa (20/10/2026).
Pelantikan yang direncanakan berlangsung di Hotel Primere Kota Solok tersebut menjadi momentum awal bagi TMI untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membangun kemitraan dengan pemerintah daerah dalam memperjuangkan kepentingan petani. Audiensi tersebut membahas pentingnya sinergi antara TMI dan Pemerintah Kota Solok, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan petani, mengembangkan usaha pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan di daerah.
Dalam pertemuan itu, Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, berharap Tani Merdeka Indonesia dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan perekonomian masyarakat tani. keberadaan organisasi petani diharapkan tidak hanya menjadi wadah berhimpun, tetapi juga mampu menghadirkan program nyata yang berdampak terhadap peningkatan kapasitas, produktivitas, dan kesejahteraan petani.
Wali Kota juga menekankan pentingnya keterlibatan Dinas Pertanian Kota Solok untuk bersinergi dengan Tani Merdeka Indonesia. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menyelaraskan program organisasi dengan kebijakan pemerintah daerah sehingga pelaksanaannya lebih terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui kerja sama itu, petani diharapkan memperoleh akses pendampingan, pelatihan, peningkatan pengetahuan dan keterampilan, serta dukungan terhadap kebutuhan sarana dan prasarana pertanian. Selain meningkatkan kemampuan teknis, TMI juga diharapkan mampu menjadi wadah pembelajaran bagi petani dalam mengembangkan usaha tani secara berkelanjutan. Dengan demikian, petani tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu mengelola usaha secara lebih efektif dan memperluas peluang pemasaran hasil pertanian.
Sementara itu, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Solok, Yutris Can, menyambut baik audiensi bersama Wali Kota Solok. Menurutnya, pertemuan tersebut merupakan kesempatan penting untuk membangun komunikasi sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara TMI dan Pemerintah Kota Solok.
Ia berharap pemerintah daerah dapat terus bersinergi dengan TMI dalam merancang dan menjalankan program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani serta penguatan sektor pertanian. Kami berharap ke depan Pemerintah Kota Solok dapat menjalin kerja sama yang berkelanjutan dengan Tani Merdeka Indonesia, terutama dalam mendukung peningkatan produksi pertanian dan mewujudkan swasembada pangan. Kami ingin organisasi ini benar-benar hadir untuk membantu petani, memperjuangkan aspirasi mereka, serta mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan,” ungkap Yutris Can.
Ia menambahkan, sinergi antara organisasi petani dan pemerintah daerah sangat diperlukan agar berbagai tantangan di sektor pertanian dapat ditangani secara bersama-sama, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, ketersediaan sarana produksi, hingga perluasan akses pasar. Dengan dukungan dan koordinasi yang baik, TMI Kota Solok diharapkan mampu mengambil peran dalam memperkuat pendampingan kepada petani, mendorong pengembangan usaha pertanian, serta membuka peluang pemasaran hasil panen yang lebih luas.
Audiensi bersama Wali Kota Solok tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan menjelang pelantikan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Solok pada 28 Oktober 2026 di Hotel Primere Kota Solok. Momentum pelantikan diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial organisasi, tetapi juga menjadi titik awal untuk memperkuat komitmen dan menyusun langkah nyata dalam mendukung kemajuan petani di Kota Solok.
Dengan terbangunnya komunikasi dan sinergi bersama pemerintah daerah, TMI Kota Solok diharapkan dapat menjalankan fungsinya sebagai wadah aspirasi petani sekaligus mitra pembangunan di bidang pertanian. Ke depan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui program-program konkret yang menyentuh kebutuhan petani, meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi hasil pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Solok.
Bagi TMI Kota Solok, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari terbentuknya kepengurusan, tetapi juga dari sejauh mana kehadirannya mampu memberikan manfaat nyata bagi petani dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
(wahyu Haryadi)






