10:22 | 26 September 2026
beritanda
No Result
View All Result
  • Login
  • Hukrim
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Olahraga
  • Sosok
  • Loker
beritanda
No Result
View All Result
beritanda
No Result
View All Result
Home Daerah

Payakumbuh Jadi Tiga Pusat Kriyasi Nasional, Produk Sulam dan Anyam Lokal Dibidik Tembus Pasar Global 

redaktur by redaktur
26 September 2026 | 06:53
in Daerah
Reading Time: 3min read
0
Kriyasi Sulam dan Anyam

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, saat menutup Kegiatan Kriyasi Sulam dan Anyam Sesi 2 di Ballroom Hotel Mangkuto Syariah, Kamis (24/9/2026).

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritanda.net – Sulam dan anyam Payakumbuh tak ingin lagi sekadar menjadi warisan keterampilan yang hidup dari generasi ke generasi. Di tangan para perajin, dua kriya khas daerah itu kini didorong naik kelas, dengan desain yang lebih inovatif, kemasan yang lebih menarik, hingga pemasaran yang menyasar pasar lebih luas.

Langkah tersebut mendapat momentum melalui program nasional Akselerasi Produk Kriya (Kriyasi). Payakumbuh menjadi salah satu dari tiga daerah di Indonesia yang dipercaya menjadi pusat pelaksanaan program tersebut.

Baca Juga

Tanggap Darurat 

Tanggap Darurat  Kekeringan Berakhir, Dharmasraya Salurkan 634.500 Liter Air Bersih Bagi 6.276 KK Warga Terdampak 

26 September 2026
Creative Hub Lubuk Gadang Utara

Creative Hub Lubuk Gadang Utara Ditantang Jadi Mesin Ekonomi Nagari

24 September 2026

Pemerintah Kota Payakumbuh bersama Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) RI kini mendorong para pelaku kriya lokal agar mampu menghasilkan produk yang tidak hanya kuat dari sisi identitas budaya, tetapi juga memiliki nilai estetika dan ekonomi untuk bersaing di pasar nasional hingga global.

Keseriusan itu ditegaskan Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, saat menutup secara resmi Kegiatan Kriyasi Sulam dan Anyam Sesi 2 di Ballroom Hotel Mangkuto Syariah, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan yang difasilitasi Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) tersebut diikuti 50 pelaku ekonomi kreatif. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas perajin melalui pengembangan desain, peningkatan kualitas produk, kemasan, serta pemanfaatan teknologi dalam pemasaran.

Elzadaswarman menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara Pemerintah Kota Payakumbuh dan Kemenekraf/Bekraf RI. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada Payakumbuh untuk menjadi salah satu lokasi program Kriyasi nasional merupakan momentum penting bagi pengembangan ekosistem ekonomi kreatif daerah.

“Sesuai visi dan misi, Wali Kota Zulmaeta bersama kami ingin produk sulam dan anyam Payakumbuh tidak hanya berhenti sebagai kerajinan tradisional, tetapi bertransformasi menjadi produk bernilai budaya, estetika, dan ekonomi tinggi. Pelatihan ini adalah landasan agar kriya lokal kita inovatif dan mampu menjawab selera pasar yang lebih luas,” ujar Elzadaswarman.

Ia mengingatkan para peserta agar penutupan kegiatan tidak dimaknai sebagai akhir dari proses pembelajaran. Sebaliknya, berbagai pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pendampingan harus segera diterapkan dalam aktivitas produksi.

“Inovasi desain, standar kemasan, hingga pemanfaatan teknologi pemasaran digital jangan berhenti sebatas materi pelatihan. Semua itu harus diimplementasikan dalam proses produksi dan pemasaran sehari-hari,” pesannya.

Penutupan Kriyasi Sesi 2 tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Direktorat Kriya Kemenekraf/Bekraf RI, Yuke Sri Rahayu.

Yuke memberikan apresiasi terhadap antusiasme para perajin sekaligus dukungan Pemerintah Kota Payakumbuh dalam mengembangkan sektor kriya sebagai bagian dari kekuatan ekonomi kreatif daerah.

Ia menegaskan pemerintah pusat berkomitmen untuk terus mengawal pengembangan ekosistem kriya di berbagai daerah agar produk lokal memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

“Melalui pendampingan Sesi 2 ini, kami berpesan agar perajin Payakumbuh tidak ragu mengeksplorasi ide-ide baru, namun tetap mempertahankan identitas kearifan lokalnya. Itulah kekuatan utama kriya kita untuk menghadapi tantangan tren pasar global,” kata Yuke.

Kegiatan Kriyasi Sesi 2 telah berlangsung sejak 22 September 2026 dan merupakan tindak lanjut dari tahap pertama yang dilaksanakan pada Agustus lalu.

Rangkaian pendampingan tersebut kemudian ditutup dengan penyerahan hasil karya inovasi para peserta serta sesi foto bersama.

Dari ruang pelatihan itu, harapannya bukan sekadar lahir produk baru. Lebih jauh, sulam dan anyam Payakumbuh diharapkan mampu membawa identitas lokal melangkah lebih jauh—dari tangan para perajin di daerah hingga menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar global.

(Fathiya)

Tags: Kriyasi Sulam dan AnyamPayakumbuhProduk Sulam dan AnyamPusat Kriyasi NasionalTembus Pasar Global
SendShareTweet

BeritaTerkait

Tanggap Darurat 

Tanggap Darurat  Kekeringan Berakhir, Dharmasraya Salurkan 634.500 Liter Air Bersih Bagi 6.276 KK Warga Terdampak 

26 September 2026
Creative Hub Lubuk Gadang Utara

Creative Hub Lubuk Gadang Utara Ditantang Jadi Mesin Ekonomi Nagari

24 September 2026

Permudah Akses  Sulit Air ke Sawahlunto, Andre Rosiade Perjuangkan Jalan Rawang  Masuk IJD 2027

19 September 2026

BUMNag Madani Lubuk Malako Bersiap Unjuk Prestasi, Target Terbaik Sumbar 2026

18 September 2026

PTUN Padang Tolak Gugatan SHP Pasar Payakumbuh, Pemko: Saatnya Fokus Bangun Kembali

17 September 2026

Sungai Kambut Naik Podium! Raih Peringkat II Nagari Berkinerja Baik Tangani Stunting se – Sumbar

15 September 2026

POPULAR

Galodo Batang Laso Terjang Arosuka, 4 Warga Luka dan 100 Rumah Terdampak

Galodo Batang Laso Terjang Arosuka, 4 Warga Luka dan 100 Rumah Terdampak

22 September 2026
Temukan barang

K9 Temukan Sejumlah Barang Pribadi, Jejak Korban Galodo Solok Mulai Terkuak

24 September 2026
Kantor Bupati Solok

Galodo Terjang Kompleks Kantor Bupati Solok, Lumpur dan Batu Banjiri Sejumlah Kantor

21 September 2026
Bundo Kanduang

Tak Sekadar Limpapeh Rumah Nan Gadang, Bundo Kanduang Supayang Didorong Jadi Penjaga Generasi

21 September 2026
Wagub Vasko

Respon Galodo Arosuka, Wagub Vasko Gercep Koordinasi dengan Wabup Candra: Alat Berat Dikerahkan

22 September 2026

About

Beritanda.net merupakan media online yang lahir dan dibesarkan oleh kami yang sejak awal berkerja sebagai Jurnalis dibawah kendali perusahan PT. Beritanda1 Media Siber.

Follow us

Categories

  • Agama
  • Blog
  • Daerah
  • Entertaimen
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Loker
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
  • Sosok
  • WEBTORIAL

Recent Posts

  • Wapres Perintahkan Dokter Pribadinya Tangani Warga Sakit di Posko Pengungsian Solok
  • Payakumbuh Jadi Tiga Pusat Kriyasi Nasional, Produk Sulam dan Anyam Lokal Dibidik Tembus Pasar Global 
  • Tanggap Darurat  Kekeringan Berakhir, Dharmasraya Salurkan 634.500 Liter Air Bersih Bagi 6.276 KK Warga Terdampak 
  • Tak Ada Tekanan dan Titipan, Khairunas Pastikan Jabatan di Solsel Berbasis Kompetensi
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Copyright 2026 beritanda.net - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Hukrim
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Olahraga
  • Sosok
  • Loker

Copyright 2026 beritanda.net - All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In