Beritanda.net – Lapangan Tuanku Tabiang GOR Batu Batupang, Koto Baru, Kabupaten Solok, menjadi lokasi peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2026 tingkat Provinsi Sumatera Barat, Kamis (17/9/2026).
Upacara yang dipimpin Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah sebagai inspektur upacara berlangsung khidmat. Pengibaran Sang Merah Putih dilakukan oleh Paskibra Kabupaten Solok, disaksikan jajaran insan perhubungan serta sejumlah pejabat daerah.
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Solok Jon Firman Pandu, Wakil Bupati Solok H. Candra, unsur Forkopimda Kabupaten Solok, Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, staf ahli bupati, para asisten daerah, kepala OPD, serta pimpinan BUMN dan BUMD Provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Solok.
Dalam amanatnya, Gubernur Mahyeldi mengatakan Harhubnas bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat semangat dan komitmen seluruh insan perhubungan dalam menghadirkan pelayanan transportasi yang semakin baik bagi masyarakat.
Ia menekankan bahwa aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kualitas pelayanan harus menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan transportasi. Menurutnya, sektor perhubungan memiliki posisi strategis dalam pembangunan karena berperan membuka konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas perekonomian.
“Ke depan, tantangan sektor perhubungan membutuhkan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, insan perhubungan, dan masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, Mahyeldi mendorong seluruh pihak untuk terus memperkuat koordinasi serta menghadirkan inovasi dalam pelayanan transportasi. Upaya tersebut dinilai penting agar sistem transportasi mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengikuti perkembangan pembangunan daerah.
Gubernur juga mengajak seluruh insan perhubungan menjadikan peringatan Harhubnas 2026 sebagai momentum memperkuat integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian.
Dengan semangat tersebut, peringatan Harhubnas diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi penguat komitmen bersama untuk mewujudkan transportasi yang aman, tertib, nyaman, dan terintegrasi.
Pada akhirnya, penguatan sektor perhubungan diharapkan mampu memperluas konektivitas antarwilayah serta ikut mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Sumatera Barat, termasuk Kabupaten Solok.
(Irman Kuto)







