Beritanda.net – Kebakaran menghanguskan enam rumah di Kelurahan Padang Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 19.20 WIB. Peristiwa tersebut berdampak terhadap enam kepala keluarga (KK) dengan total 24 jiwa.
Dari 24 warga yang terdampak, sebanyak sembilan orang merupakan laki-laki dan 15 perempuan. Di antara mereka terdapat tujuh anak sekolah dan tiga bayi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman mengatakan, setelah menerima laporan, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PLN, masyarakat, serta pengurus RT dan RW langsung bergerak menuju lokasi.
“Data awal yang kami terima menunjukkan sekitar enam rumah terbakar. Rumah tersebut dihuni enam KK dengan jumlah keseluruhan 24 jiwa,” ujar Elzadaswarman saat berada di lokasi kejadian, Sabtu malam.
Petugas gabungan berjibaku memadamkan api sekaligus melakukan upaya pencegahan agar kobaran tidak menjalar ke rumah warga lainnya. Berkat respons cepat petugas dan masyarakat, api akhirnya berhasil dipadamkan dan kebakaran tidak meluas.
“Api sudah berhasil dipadamkan. Respons cepat petugas Damkar bersama RT, RW dan masyarakat membantu mencegah kebakaran meluas ke bangunan lain,” katanya.
Usai api dipadamkan, Pemerintah Kota Payakumbuh langsung melakukan pendataan terhadap warga terdampak guna memastikan kebutuhan penanganan darurat dapat segera dipenuhi.
Untuk sementara, keluarga yang rumahnya terbakar mengungsi ke rumah sanak saudara. Pemerintah daerah juga bergerak memenuhi kebutuhan mendesak para korban, terutama kebutuhan pangan dan perlengkapan dasar.

Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda turut membantu menyediakan makan malam bagi seluruh warga terdampak. Dinas Pekerjaan Umum membantu kebutuhan penerangan di lokasi, sedangkan BPBD menyiapkan perlengkapan tidur darurat bagi warga yang membutuhkan.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Payakumbuh juga menyalurkan bantuan spontan sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga yang terdampak musibah.
Elzadaswarman bersama Sekda Kota Payakumbuh Rida Ananda, BPBD, Dinas Sosial, Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar, serta jajaran Pemko Payakumbuh lainnya turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan warga berjalan dengan baik.
“Apabila diperlukan, kami siap menyiapkan tenda sementara bagi para korban,” ujar Elzadaswarman.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Total kerugian materi akibat kejadian tersebut juga masih dalam proses pendataan dan penghitungan oleh pihak terkait.
Pendataan lanjutan dilakukan oleh unsur kecamatan dan kelurahan bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), RT, RW, serta tokoh masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan dan penanganan diberikan sesuai kebutuhan masing-masing keluarga.
Pemerintah Kota Payakumbuh memastikan penanganan pascakebakaran akan terus dikoordinasikan bersama seluruh perangkat daerah terkait, dengan memberikan perhatian khusus kepada keluarga terdampak, termasuk anak-anak dan bayi.
(Diko Rahmad)







