Beritanda.net – Mengiringi rapat pleno, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman lakukan Deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) sebagai bentuk komitmen bersama mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari perilaku buang air besar sembarangan, Jumat (31/7/2026), di Aula Lantai III Kantor Bupati setempat.
Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) ini, dilakukan Bupati Pasaman Welly Suhery, bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat diwakili Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Asisten I Setdakab Pasaman, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, BAZNAS, Ketua TP PKK, Ketua GOW, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), kepala puskesmas se-Kabupaten Pasaman, camat, wali nagari, serta unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan lainnya.
Menyemangati itu, Bupati Welly Suhery menegaskan, rapat pleno ini merupakan tahapan strategis untuk memastikan kesiapan Kabupaten Pasaman menuju status Open Defecation Free (ODF) secara menyeluruh.

Menurutnya, keberhasilan ODF tidak hanya diukur dari tersedianya sarana sanitasi, tetapi juga dari tumbuhnya budaya hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat yang berdampak pada meningkatnya derajat kesehatan, kualitas sumber daya manusia, serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Keberhasilan ODF hanya dapat dicapai melalui sinergi yang kuat, berkesinambungan, dan saling menguatkan antara pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, tokoh agama, hingga masyarakat itu sendiri,” ujar Bupati.
Bupati Pasaman menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Kesehatan Provinsi beserta Tim STBM yang selama ini memberikan pembinaan, pendampingan, dan dukungan dalam percepatan pencapaian ODF di Pasaman.
Bupati juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk mengintegrasikan dukungan terhadap program ODF ke dalam setiap program pembangunan sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Camat, wali nagari, serta puskesmas diminta terus memperkuat pembinaan, pendampingan, monitoring, serta memastikan kelengkapan data sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Selain itu, TP PKK, GOW, Dharma Wanita Persatuan, BAZNAS, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Diharapkan, menjadi motor penggerak perubahan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Melalui kolaborasi seluruh elemen, saya meyakini ODF akan menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan menuju Pasaman Bangkit yang Berkarakter, Maju, dan Berkelanjutan,” tegas Welly Suhery.
(M. A)






