Beritanda.net – Guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang lebih produktif, efisien, dan efektif, Wakil Bupati (Wabup) Tanah Datar Ahmad Fadly minta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tanah Datar terus melahirkan inovasi serta membangun komunikasi dan kolaborasi yang baik antarinstansi.
Pernyataan itu disampaikan Wabup Ahmad Fadly ketika membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Inovasi Kabupaten Tanah Datar Tahun 2026 sekaligus Penandatanganan Perjanjian Kinerja Inovasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Rabu (15/7/2026), di Aula Kantor Bupati setempat.
Dihadapan pimpinan OPD, kepala bagian, camat, wali nagari, serta kepala UPT SD dan SMP se-Kabupaten Tanah Datar, Wabup Ahmad Fadly menegaskan, bahwa inovasi merupakan sebuah keharusan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk membangun dan memperkuat Sistem Inovasi Daerah (SIDa) sebagai landasan dalam mewujudkan kinerja pemerintahan yang berbasis inovasi.
“Saya berharap seluruh perangkat daerah berkomitmen dengan sungguh-sungguh untuk melahirkan ide dan gagasan inovatif. Keberhasilan inovasi nantinya tidak hanya diukur dari jumlah program yang dilahirkan, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Wabup juga menyampaikan, sejak tahun 2023 kewajiban menghadirkan inovasi telah dituangkan dalam perjanjian kinerja antara kepala perangkat daerah dengan Bupati Tanah Datar.
Menurutnya, Tanah Datar pernah menjadi salah satu daerah yang sangat inovatif dan berhasil meraih penghargaan Inagara Award pada tahun 2019. Namun dalam beberapa tahun terakhir, capaian tersebut mengalami penurunan dan hanya berada pada kategori daerah inovatif.
“Ke depan saya tegaskan kepada seluruh perangkat daerah agar menyampaikan inovasi dengan dokumen yang lengkap. Jangan menunggu hingga batas akhir untuk menginput data melalui portal yang telah disediakan. Laksanakan sesuai komitmen yang telah kita sepakati bersama,” tegasnya.
Menyambut itu, Kepala Baperlitbang Kabupaten Tanah Datar, Adriyanti Rustam menyampaikan, Rakor Inovasi Tahun 2026 digelar untuk menyatukan kembali komitmen seluruh perangkat daerah dalam menciptakan dan mengembangkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Tren Menurun
Ia menyebut, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, indeks inovasi perangkat daerah dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren penurunan. Pada tahun 2023 indeks inovasi tercatat sebesar 46,44, kemudian turun menjadi 45,95 pada tahun 2024, dan kembali menurun menjadi 43,17 pada tahun 2025.
“Salah satu penyebab menurunnya indeks inovasi tersebut adalah masih adanya delapan perangkat daerah yang tidak menyampaikan laporan inovasi,” ungkapnya.
Adriyanti berharap melalui rakor ini seluruh perangkat daerah dapat memperkuat komitmen untuk melahirkan inovasi yang berdampak positif terhadap peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Sebagai bagian dari kegiatan, peserta juga mendapatkan pemaparan materi dari Kepala Balitbang Provinsi Sumatera Barat Febrina Tri Susila Putri terkait penguatan budaya inovasi dan peningkatan indeks inovasi daerah.
(Irfan)







