Beritanda.net – Jalan sepanjang 1,5 kilometer yang menghubungkan Marga Makmur dengan SP 3 di Nagari Taratak Tinggi, Kecamatan Timpeh, telah mulus setelah dilakukan pengaspalan hotmix sebagai bentuk kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya dengan PT Bina Pratama Sakato Jaya (PT Bina).
Pembangunan jalan Taratak Tinggi, Timpeh ini, merupakan salah satu dari lima titik pembangunan kolaborasi pemerintah daerah dengan CSR. Empat titik lainnya adalah jalan Koto Gadang, yang dikerjakan lima perusahaan, jalan Wonotiung-Koto Salak (DSL), Bukit Hujan, TKA dan jalan Sinamar yang dilaksanakan KUD setempat.
Kolaborasi dilakukan sebagai upaya mempercepat pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan anggaran daerah, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses jalan yang layak.
Setentang skema kerja sama, di ruas jalan Taratak Tinggi ini, PT Bina bertanggung jawab melaksanakan pekerjaan pengerasan lapisan agregat B dan agregat A sesuai spesifikasi teknis yang disusun oleh konsultan teknis. Setelah pekerjaan selesai, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Dharmasraya melakukan penilaian teknis sebagai dasar pelaksanaan tahap pengaspalan melalui anggaran pemerintah daerah.

Strategi Pembangunan
Terhadap itu, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, mengatakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan volume pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan fiskal daerah.
“Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi solusi agar pembangunan tetap berjalan dan manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Di tengah keterbatasan anggaran, kita harus mampu membangun sinergi untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Annisa.
Ia menjelaskan, untuk pembangunan ruas jalan Marga Makmur–SP 3, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya telah mengalokasikan anggaran melalui APBD sebesar Rp3,96 miliar. Jika seluruh pekerjaan mulai dari lapisan pondasi hingga pengaspalan dibiayai hanya dengan APBD, panjang jalan yang dapat dibangun diperkirakan hanya sekitar 800 meter.
“Dengan adanya kolaborasi ini, panjang jalan yang dapat dibangun meningkat menjadi 1.500 meter. Artinya manfaat yang diterima masyarakat menjadi hampir dua kali lipat dibandingkan jika hanya mengandalkan APBD,” katanya.
Senada, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Dharmasraya, Zakirman, menjelaskan bahwa pekerjaan yang menjadi tanggung jawab PT Bina telah dimulai sejak Mei 2026. Saat ini pekerjaan terus berjalan dan ditargetkan penyelesaian lapisan agregat A dapat dituntaskan pada Juli 2026.
“Setelah pekerjaan lapisan A selesai, akan dilakukan penilaian teknis untuk memastikan kelayakan ruas jalan tersebut sebelum memasuki tahap pengaspalan. Selanjutnya Pemerintah Kabupaten Dharmasraya akan melaksanakan proses lelang pekerjaan pengaspalan yang diperkirakan berlangsung pada Agustus mendatang,” jelasnya di Pulau Punjung, Kamis (25/06/2026)
Sementara itu, Pimpinan PT Bina Pratama Sakato Jaya, Hendra N. Husni, menyatakan pihaknya menyambut baik ajakan Pemkab Dharmasraya untuk berkolaborasi dalam pembangunan jalan tersebut.
Menurutnya, program ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Usulan pembangunan jalan ini disampaikan melalui Wali Nagari Taratak Tinggi dan diteruskan kepada Ibu Bupati Dharmasraya. Kami melihat jalan ini juga merupakan akses menuju perusahaan yang digunakan bersama oleh masyarakat, sehingga sudah sepatutnya kami ikut berkontribusi dalam pembangunannya,” ujar Hendra.
Ia menambahkan, pihaknya siap melanjutkan kerja sama secara bertahap untuk mendukung penyelesaian pembangunan ruas jalan poros sepanjang 13 kilometer yang menjadi jalur utama masyarakat di kawasan tersebut.
Menyambut itu, Wali Nagari Taratak Tinggi, Debita Darni Sumarja, atas nama masyarakat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Dharmasraya serta PT Bina Sakato Pratama Jaya atas terealisasinya pembangunan jalan tersebut.
Menurut Debita, ruas jalan Marga Makmur–SP 3 merupakan urat nadi aktivitas masyarakat yang menghubungkan berbagai kepentingan pelayanan administrasi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
“Ratusan warga melintasi jalan ini setiap hari. Karena itu pembangunan ruas jalan ini sangat dinantikan masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati dan PT Bina yang telah berkolaborasi mewujudkan harapan masyarakat,” ujarnya didampingi Kepala LPM Saprian Tomas.
Pembangunan jalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Nagari Taratak Tinggi dan sekitarnya.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha, pembangunan yang semula terbatas oleh kemampuan anggaran kini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah.
(Afriza Dedek)







