Beritanda.net – Viral di media sosial Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, dituding memakai sepatu saat berada di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi dalam rangkaian kunjungan kerja ke Sumatra Barat dalam pada 29–30 April 2026.
Dalam tangkapan layar video yang bersileweran di berbagai Platform Medsos, tampak Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana terkesan memakai sepatu berjalan diatas kapet masjid didampingi Gubernur Sumbar Mahyeldi dan sejumlah pejabat lainnya.
Potongan video itulah yang kemudian diunggah ke Medsos hingga menjadi ramai dengan tambahan narasi Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana memakai sepatu di dalam masjid Raya Sumbar.

Tangkapan layar menteri pariwisata Widiyanti Putri Wardhana membuka sepatu dan memasang kaos kaki ketika masuk Masjid Raya
Menyikapi informasi sesat itu, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi (Adpim Setprov) Sumbar, Nolly Eka Mardianto menegaskan tidak benar Menteri Pariwisata memakai sepatu saat berada di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.
“Saya iktu menjadi bagian dari rombongan yang hadir dan menyaksikan langsung rangkaian kegiatan mendampingi Ibu Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. Tidak benar beliau memakai sepatu, tetapi beliau pakai kaos kaki,”tegas Nolly yang dikonfirmasi, Sabtu (2/5/2026) di Padang.
Kata Nolly, soal penyebaran hoaks, fitnah, dan informasi yang tidak terverifikasi merupakan persoalan serius yang perlu disikapi bersama. Sangat disayangkan ketika ruang publik justru dipenuhi narasi yang tidak berangkat dari fakta, apalagi jika hanya didorong oleh kepentingan sensasi dan algoritma.
Disampaikan, kegiatan Menteri Pariwisata ke Sumatra Barat, khususnya saat berada di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, berlangsung dengan penuh penghormatan terhadap nilai, etika, dan adab.
Ibu Menteri beserta seluruh jajaran, menjalankan tata krama yang sesuai. Perlu diluruskan bahwa yang digunakan adalah kaos kaki, bukan sepatu seperti yang disampaikan dalam sejumlah pemberitaan yang tidak akurat.
“Ini adalah fitnah dan hoax,”tuturnya.

Kepala Biro Adpim Pemprov Sumbar itu menyadari, perbedaan persepsi bisa terjadi, namun menyebarkan informasi yang tidak benar dan menggiring opini ke arah negatif tentu bukan hal yang bijak.
“Apalagi jika berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan perpecahan,”jelasnya.
Nolly kemudian mengajak, agar bersama-sama lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Verifikasi sebelum mempercayai, dan utamakan fakta di atas asumsi.
“Sudah clear, bahwa Menteri Pariwisata RI bersama para pejabat lainnya membuka sepatu saat memasuki Masji Raya,”pungkasnya.
(Melatisan)







