Beritanda.net – Sebanyak 80 peserta selesai mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional Batch 1–Tailor Made Training (TMT) yang berlangsung sejak 1 hingga 15 April 2026 di UPT BLK Lubuk Sikaping.
Penutupan pelatihan ditandai dengan penyerahan sertifikat oleh Bupati Welly Suhery diwakili Asisten Administrasi Umum Setdakab Pasaman, Roichard dihadapan Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja setempat, Ariswan, Senin (20/4/ 2026) di Lubuk Sikaping.
Mengiringi itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman, Ariswan memastikan, para lulusan program TMT ini, dinyatakan siap bersaing di dunia kerja maupun berwirausaha, karena pelatihan dirancang sesuai kebutuhan industri dan potensi usaha lokal agar hasilnya lebih aplikatif.
“Seluruh materi pelatihan disusun berbasis kebutuhan pasar kerja dan peluang usaha di daerah. Dengan demikian, peserta tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki bekal kuat untuk membuka usaha secara mandiri,” jelas Ariswan.
Selama dua pekan pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan keterampilan di sejumlah bidang yang memiliki prospek kerja tinggi, yakni instalasi listrik, tata boga (ragi dan non ragi), menjahit bedcover lanjutan, tata rias pengantin, serta cost estimator konstruksi.
Tak hanya itu, peserta juga memperoleh berbagai fasilitas pendukung, mulai dari pakaian kerja, modul pelatihan, konsumsi, uang saku, hingga perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Di akhir program, peserta mendapatkan sertifikat pelatihan serta sertifikasi dari BNSP bagi yang dinyatakan lulus uji kompetensi.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pasaman dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI melalui BPVP Padang, yang terus mendorong pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri.

Menyambut itu, Bupati Welly Suhery diwakili Asisten Administrasi Umum Setdakab Pasaman, Roichard mengatakan, kebutuhan dunia usaha dan industri (DUDI) dalam hal penyerapan lapangan kerja menuntut tenaga kerja harus terampil sesuai dengan tuntutan zaman.
“Keterampilan dan keahlian yang terukur menjadi kunci tenaga kerja siap memasuki lapangan kerja baik ke dunia usaha dan industri maupun secara mandiri,” kata Asisten Administrasi Umum Setdakab Pasaman, Roichard.
Guna memastikan tenaga kerja memiliki keterampilan dan keahlian sesuai target dari penciptaan 1.000 lapangan kerja, Pemkab Pasaman melalui UPT BLK Lubuk Sikaping, Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja menselaraskan calon tenaga kerja sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Langkah inilah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman kedepan. Melalui berbagai program dan kegiatan sebagai upaya memperkuat peningkatan kualitas sumber daya manusia, salah satunya melalui pelatihan vokasi berbasis kompetensi.
” Pelatihan menjadi bagian konkret dari program prioritas daerah,”tegasnya.
Kata Roichard, pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah strategis untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan mampu bersaing, baik di dunia kerja maupun dalam membangun usaha mandiri,.
Ia menambahkan, program ini diarahkan untuk mendukung target penciptaan 1.000 lapangan kerja di Kabupaten Pasaman secara bertahap dan berkelanjutan.
(M. A)







