Beritanda.net – Sidang Paripurna DPRD menandai memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Dharmasraya, pimpin Wakil Ketua I DPRD Sujito, SM, didampingi Wakil Ketua II, Ade Sudarman, S. Pd d serta seluruh anggota dewan setempat, Rabu (7/1/2026).
Hadir langsung pada sidang paripurna ini, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, SH, LL. M, Wakil Bupati Leliarni, S. Pd, M. Si, Asisten 1 Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Ahmad Zakri, S. Sos, M. Si, Sekda Jasman, Forkopimda, Danyon C Pelopor Brimob Polda Sumbar, Kompol Martin, Asisten, Kepala Kantor, dinas instansi, Camat, dan wali nagari se-Kabupaten Dharmasraya.
Pada kesempatan, juga tampak Bupati/Wali Kota, serta Pimpinan DPRD Kabupaten/Kota Se-Sumatera Barat dan Kabupaten/kota tetangga, seperti Bungo, Tebo, Musi Lawas, Kuantan Singingi dan Kabupaten/kota lainnya.
Mengiringi itu, Wakil Ketua DPRD Dharmasraya, Sujito, berharap pada tahun 2026, pemerintah Kabupaten Dharmasraya lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Pembangunan infrastruktur, pemerintahan transparan, profesional, mengembangkan sistem pelestarian lingkungan, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), transportasi ekonomi.
Mewakili tokoh pemekaran Dharmasraya, Masrigi, Dt Rajo Lelo, paa kesempatan memberikan apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Dharmasraya, terutama kepada Bupati Annisa, atas dedikasi dan kerja keras dilakukan sejak dilantik jadi Bupati sepuluh bulan silam.
Walaupun terbilang anyar, namun program pembangunan sudah berjibun dilakukan. Kepiawaian dalam melobi pemerintah pusat juga tidak diragukan. Sehingga, efesiensi anggaran tidak terlalu berdampak banyak terhadap pembangunan berkelanjutan.

Menyambut itu, Bupati Annisa Suci Ramadhani mengatakan, sejarah pemekaran Dharmasraya adalah sebuah perjuangan. Pengorbanan tentu terjadi, baik moril maupun materil.
Pada umumnya, warga Dharmasraya terlibat dalam sebuah perjuangan pemekaran ini. Maka sejarah itu, jangan dihilangkan. Agar menjadi kenangan indah bagi seluruh lapisan masyarakatmasyarakat dikemudian hari.
Adapun tantangan akan dihadapi kedepan terkait ketersediaan Air bersih, anak putus sekolah, petani belum mendapatkan kesejahteraan, warga tidak sehat, atau kurang gizi. Inilah menjadi PR kita bersama dalam waktu dekat ini.
Annisa menyebut, progres pembangunan telah dapat terselesaikan sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kabupaten berhasil menyelesaikan peningkatan, rehabilitasi, dan preservasi jalan kabupaten, serta penanganan sejumlah ruas yang selama ini dikategorikan sebagai rusak berat dan menjadi keluhan utama masyarakat.
Dengan keterbatasan pembiayaan di sektor infrastruktur, pembangunan prioritas lebih diarahkan pada Koridor jalur produksi strategis. Kususnya wilayah dengan kontribusi besar terhadap produksi pertanian dan perkebunan.
“Diantaranya, 6 ruas Jalan kabupaten dengan total panjang penanganan 24,2 kilometer. Ruas Jalan Provinsi dengan total panjang penanganan 0,5 kilometer, penanganan long segment Jalan Nasional sepanjang 57,91 kilometer,”ungkap Annisa.
(Afriza Dedek)







