Beritanda.net – Atlet renang Kabupaten Dharmasraya borong 9 keping medali dari Kejuaraan Daerah (Kejurda) Akuatik Indonesia, Sumatera Barat tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari di kolam renang Ngalau Indah Kota Payakumbuh.
Kejurda Akuatik ini dibuka Ketua Umum Akuatik Indonesia Sumatera Barat Letkol Laut. P. Faizal Yanova Tanjung, SE, M. Tr, Opsla, didampingi Ketua Pelaksana dr. Widya, Sp.Rad, Mars dan Wakil Ketua Wangiman, A. Ma, SH, SE, M. Pd, Jumat (10/4/2026) di Payakumbuh.
Dalam kejuaraan akuatik bergengsi di Sumatera Barat tersebut, atlet renang Kabupaten Dharmasraya mampu menunjukkan kelasnya, hingga mencengangkan arena perlombaan.
Di hari pertama, perenang daerah mekar itu mampu mendulang 2 medali emas dan 1 Medali Perak melalui Aurel Donita dan Dwi Intan Febrianti pada Gaya bebas 800 Meter dan gaya Kupu 50 Meter.
Memasuki hari kedua, kembali Atlet renang Kabupaten Dharmasraya menambah perolehan pundi-pundi medali emas dan perak melalui Aurel Donta pada Gaya 400 meter Bebas dan 200 meter bebas.
Sedangkan hari ketiga, Minggu (12/4/26), kembali Atlet terbaik Dharmasraya menambah perolehan medali, 1 Emas, 2 Perak dan 1 Perunggu. Medali ini diperoleh melalui kepakan sayap Dwi Intan Febrianti dan Rahmat Zacky pada gaya 50 meter Punggung, 50 meter Bebas, 400 meter gaya ganti, dan 10 meter bebas.
Menyambut itu, Ketua Akuatik Kabupaten Dharmasraya, Syaiful Anif, SH mengaku takjub dan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada atlet.
“Total perolehan medali dibawa ke Dharmasraya sebanyak 9 keping medali, diantaranya 4 medali Emas, 4 medali Perak dan 1 medali Perunggu,” terang Syaiful Anif, yang juga merupakan wartawan senior di daerah Mekar itu.
Didampingi Ketua Club Fani Swimming Aquatic (FSA) Dharmasraya, Fani Suli Astari, S. Pd, Gr dan ketua Club Alinia Swimming Club (ASC) Dharmasraya Hagie Alinia serta pelatih Afriza Dwi Julianda, Syaiful Hanif menjelaskan, ajang Kejurda ini tidak sebatas momen laga untuk memburu perolehan medali semata, tetapi lebih kepada persaingan antar atlet dalam memperebutkan tiket menuju kejuaraan nasional (Kejurnas) yang akan berlangsung pada tanggal 28 April hingga 1 Mei 2026 di Jakarta.
“Bahkan ivent Kejurda ini menjadi batu loncatan untuk menghadapi Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) yang akan berlangsung di Medan pada bulan Juni 2026 mendatang,”sebut Hanif.
Atas alasan itu, pihaknya begitu serius menghadapi Kejurda yang merupakan ajang seleksi Atlet untuk lolos pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2027.
” Kedepan kita lebih fokus untuk mempersiapkan atlet mengikuti Porwil,” tegas Syaiful Anif.
Disisi lain, Wartawan Minangsatu.com itu menyebut, sesuai dengan Visi dan Misi pasangan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, SH, LL. M dan Wakil Bupati Leliarni, S. Pd, M. Si, ” Maju dan Merata, ” maka pihaknya optimistis Bupati dan Wabup, beserta jajaran Dinas Budaya Pariwisata Pemuda Olahraga (Budparpora) bersama KONI Kabupaten Dharmasraya, akan selalu berkomitmen dan mendukung setiap langkah terbaik buat kesuksesan dalam meningkatkan prestasi atlet.

Dukungan Bersama
Sementara itu, ulas Syaiful Hanis, pihak Wali Nagari, tergabung dalam Asosiasi Wali Nagari Dharmasraya (Aswana Dharma) juga akan mendukung dan selalu mensuport prestasi yang dicapai atlet sebagai bentuk tanggung jawab besar daerah, hingga Nagari dalam mendukung pembinaan olahraga, khususnya untuk cabang Akuatik yang merupakan aset bersama.
Kata Syaiful Hanis, hasil yang didapatkan atlet dalam ajang Kejurda kali ini, bukan puncak dari segalanya. Namun merupakan awal dari sebuah proses. Karena semakin kedepan, semakin besar iven yang akan di hadapi.
“Maka disiplin dan mental juara menjadi kunci utama lahirnya atlet berprestasi. Tentunya, dilengkapi dengan fasilitas memadai. Sehingga mereka fokus berlatih dan mengejar prestasi guna mengangkat nama daerah. Baik secara lokal, nasional, bahkan internasional, ” jelas Syaiful Anif.
Setentang persiapan menghadapi Porwil Akuatik pada bulan Juni mendatang, Akuatik Dharmasraya akan selalu berkolaborasi dan bersinergi dengan Pemkab Dharmasraya, tepatnya bupati, Dinas Budparpora, serta KONI, Wali Nagari, pelatih dan masyarakat.
Hanif juga berharap, ke depan kepada Pemerintah Daerah juga dapat memfasilitasi Akuatik Kabupaten Dharmasraya untuk memiliki fasilitas kolam renang representatif dan sesuai dengan aturan FINA (Federation Internationale de Natation). Sehingga daerah bisa membuat iven besar terkait kejuaraan renang.
“Apalagi Kabupaten Dharmasraya terletak pada segi tiga emas, yakni perbatasan Sumbar, Riau dan Jambi. Maka, kolam renang representatif dengan berstandar internasional itu, bukan saja sebatas untuk latihan dan wahana bermain. Tetapi juga mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat tinggi,”tukuk Syaiful Hanif.
(Afriza Dedek)







