Beritanda.net – Gelanggang Dang Tuanku, Bukit Gombak, kembali menjadi pusat perhatian masyarakat saat 65 ekor kuda dari berbagai daerah di Sumatera dan Jawa berpacu memperebutkan prestise dalam Pacu Kuda Open Race dan Tradisional Bupati Cup 2026, Minggu (18/10/2026).
Di balik ketatnya persaingan di lintasan, perhelatan ini membawa misi lebih besar: menjaga warisan budaya Minangkabau sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Digelar selama dua hari, 18–19 Oktober 2026, pacu kuda menjadi salah satu perhelatan yang mempertemukan olahraga, tradisi, dan pariwisata dalam satu gelanggang. Ribuan perhatian tertuju pada arena yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan budaya masyarakat Tanah Datar tersebut.
Nuansa adat mewarnai pembukaan kegiatan. Niniak mamak dari Nagari Saruaso, Baringin, dan Pagaruyung menyerahkan gelanggang kepada pemerintah daerah. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bendera dari Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Sumatera Barat kepada Bupati Tanah Datar, Eka Putra, sebagai tanda dimulainya perlombaan.

Bupati Eka Putra menegaskan, pacu kuda memiliki makna lebih dari sekadar tontonan dan kompetisi olahraga. Tradisi tersebut merupakan identitas masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi dan perlu terus dijaga keberlangsungannya.
“Pacu kuda adalah tradisi anak nagari yang sudah ada sejak lama. Alhamdulillah, Tanah Datar dapat menggelar event pacu kuda untuk kedua kalinya pada 2026. Ini menjadi simbol kebersamaan, sportivitas, serta kecintaan masyarakat terhadap budaya dan kearifan lokal,” kata Eka Putra.
Namun, menurutnya, nilai penting pacu kuda tidak berhenti pada pelestarian budaya. Kehadiran pengunjung juga menjadi kesempatan bagi pedagang, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sektor pariwisata untuk merasakan manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut.
“Selain menjaga tradisi, kegiatan ini juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat serta memajukan sektor pariwisata, olahraga, UMKM, dan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap kegiatan semacam ini dapat terus memperkuat daya tarik Tanah Datar sebagai destinasi wisata budaya. Dengan demikian, tradisi yang telah hidup di tengah masyarakat tidak hanya bertahan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Di sisi teknis perlombaan, Ketua Pelaksana Bayu menjelaskan, Bupati Cup 2026 mempertandingkan dua kategori, yakni pacuan nasional berpelana dan pacuan tradisional tanpa pelana. Pada hari pertama dijadwalkan berlangsung 11 race, sementara hari kedua akan diisi 14 race, dengan total 65 ekor kuda sebagai peserta.
Bayu menyebutkan, terselenggaranya kegiatan tersebut merupakan hasil dukungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Pordasi Sumatera Barat, para donatur, serta partisipasi masyarakat.
Panitia mengimbau seluruh penonton untuk menjaga ketertiban, mematuhi arahan petugas, dan mengutamakan keselamatan selama perlombaan berlangsung. Bupati Eka Putra juga mengingatkan pengunjung agar menggunakan masker serta menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.
Pembukaan pacu kuda turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Danyon TP 951/Pandeka Marapi Letkol Inf. Jimson Andre Siahaan, pimpinan dan anggota DPRD, Direktur Bank Nagari Sumatera Barat, Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua TP PKK Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra, kepala BUMN dan BUMD, serta tokoh masyarakat.
(Irfan)







