Lepas Bencana Banjir, Warga Koto Baru Terancam Krisis Air Bersih
Beritanda.net – Kondisi cuaca berangsur cerah selepas dihantam bencana banjir dan longsor di sejumlah kawasan di Kabupaten Solok yang puncaknya terjadi pada Kamis (27/11/2025) lalu.
Empat hari pasca bencana, upaya rehabilitasi dan penanganan korban dan wilayah terdampak terus dilakukan. Pemerintah Kabupaten Solok bersama lintas instansi, kelompok masyarakat dan relawan masih berjibaku membantu warga terdampak dengan mendistribusikan bantuan sembako dan nasi bungkus.
Namun disisi lain, bencana Hidrometeorologi tidak hanya mengirimkan hujan lebat dengan ancaman bencana banjir, dampak ikutan yang dirasakan masyarakat adalah ancaman krisis air bersih.
Ancaman krisis air bersih ini setidaknya dialami penduduk diwilayah Kotobaru, kecamatan Kubung, khususnya warga perumahan Batu Batupang jorong Kajai yang mulai gelisah karena kekurangan air.
Terkait itu, salah seorang warga perumahan, Aznul Hakim menyebut, sejak kejadian bencana banjir, pasokan air berish dari PDAM Kabupaten Solok praktis tidak mengalir.
Dirinya masih berprasangka baik, mungkin akibat banjir besar yang melanda kawasan daerah itu, membuat jaringan PDAM menjadi terganggu. Sehingga sejak Kamis sampai Minggu (27-30/11/2025) air bersih berasal dari PDAM praktis tidak mengalir. Mati!
Senada, Ketua Kelompok Perumahan Zulherman Bob menyebut, kebutuhan air bersih bagi warga Kotobaru dan penghuni perumahan Batubatupang sangat vital.
Ia mengaku, untuk kebutuhan minum dan memasak memang bisa dibeli dengan memesan air galon isi ulang. Tetapi untuk kebutuhan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) itu membuat gelisah konsumen PDAM.
“Tetapi setidaknya pihak PDAM sebagai pemasok air bersih, berusahalah untuk memenuhi kebutuhan warga dengan menyediakan mobil tangki yang di lansir ke rumah masyarakat,”ungkap warga yang lain.
Sampai sekarang, masyarakat perumahan Batubatupang terus dihantui krisis air bersih untuk sekedar MCK. Belum ada tanda-tanda pihak PDAM memberikan informasi tentang penyebab terhentinya distribusi air bersih.
“Kini untuk mandi kita harus pergi ke pemandian air panas Bukit Kili. Tetapi untuk ambil wudhu, kita masih bisa pakai air gallon isi ulang. Sedangkan mencuci pakaian dan kebutuhan lain praktis di stop dulu,”sela warga perumahan yang lain.
Sebulan Lamanya
Setentang itu, Direktur PDAM Kabupaten Solok Febri Fauza yang coba dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Minggu (30/11/25) pagi, mengakui terjadi kendala distribusi air bersih akibat jaringan pipa mengalami rusak parah akibat bencana banjir.
“Terutama untuk konsumen warga perumahan Batu Batupang dan lokasi lain di Koto Baru, sumber air bersih berasal dari Gantung Ciri sehingga pipa jaringannya terbongkar,”jelasnya.
Febri Fauza menyebut, butuh waktu satu bulan untuk pemulihan jaringan pipa yang terbongkar. Sejauh ini pihaknya masih melakukan indentifikasi jaringan yang rusak.
Dirut PDAM Kabupaten Solok ini mengungkapkan, ada sekitar 1 kilometer pipa jaringan air bersih PDAM yang rusak dan itu yang harus diperbaiki dalam waktu sebulan ke depan.
Pihak PDAM sendiri telah melakukan distribusia air secara manual dengan melansir mobil tangki ke rumah penduduk. Tetapi karena luasnya jangakauan wilayah, sedangkan jumlah mobil tangki sangat terbatas, membuat pihaknya kewalahan melayani konsumen,
“Kita juga minta maaf kepada pelanggan karena pelayanan terganggu akibat bencana banjir. Kita terus bekerja ekstra untuk melayani pelanggan, tetapi memang untuk satu bulan ini, kita tidak bisa mendistribusikan air,”jawab Febri Fauza, dari balik handphonennya.
(Melatisan)






