Ironi Pisang Viral di Jalan Sawah Ampang, Cara Mudah Memanggil Bupati Solok untuk Datang
Beritanda.net – Kondisi jalan penghubung antara nagari Panyakalan dan Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi rusak parah. Banyak lobang menganga dengan genangan air bagai kubangan.
Sudah lama rusak, masyarakat seperti sudah ilang akal pula hendak mengadu kemana. Pemerintah Kabupaten Solok yang selalu mengumbar-ngumbar kabar tentang pembangunan infrastruktur, justru seperti tutup mata. Jangankan bupati, pejabat terkait saja seolah tak hirau.
Apa akal? Karena warga Kabupaten Solok tau bupatinya suka ngonten di tempat-tempat eksklusif sebagaimana layaknya influencer, timbul pula ide masyarakat untuk membuat hal serupa, tetapi dengan materi yang berbeda.
Masyarakat lantas menanam pohon Pisang, ada juga pohon Rimbang, seolah tumbuh mekar disetiap lobang yang bertebaran di jalan kawasan Sawah Ampang. Komoditi unggulan Kabupaten Solok itu, yang seperti mudah tumbuh dijalan, kemudian di videokan dan diposting di laman media sosial.
Ternyata, untuk menyampaikan aspirasi, masyarakat sudah bosan mengungkap dengan kata-kata. Warga seperti sudah dapat menduga, Pemerintah tidak akan mengiyakan. Sehingga masyarakast harus menumpuh cara yang tidak biasa. Tanam Pisang kemudian viralkan.
Ketika tanaman pisang sudah viral di media sosial, bupati Solok Jon Firman Pandu tiba-tiba datang ke lokasi jalan rusak yang ditanami Pisang.
Ironi berkembang, Jon Firman Pandu, datang meninjau jalan rusak parah itu justru seperti mendapat materi konten baru. Ia datang dengan wajah gembira. Dari video yang ditebar dan beredar di laman pesbuk dan tiktok bagai, nyaris tak tergambar aura prihatin, apalagi merasa terpukul dengan sindiran warga melalui video. Jon Firman Pandu, tertawa renyah diantara jalan rusak yang lanyah.

Sambil mengitari ruas jalan Sawah Ampang yang ditumbuhi batang Pisang rekayasa, Bupati Solok dengan wajah senang mempropagandakan kepada dunia maya, bahwa dirinya telah melihat langsung kondisi memprihatinkan itu.
Padahal, sejujurnya, warga meviralkan kerusakan jalan dengan menanami pohon Pisang sebagai peringatan, sebuah sarkasme atau cemoohan, bahwa Solok tidak sedang baik-baik saja. Kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah, dikeluhkan warga karena dikhawatirkan membahayan bagi pengguna jalan.
“Pembangunan infrastruktur adalah prioritas kita. Apa yang disampaikan masyarakat akan kita tindaklanjuti. Saya ingin melihat langsung kondisinya agar penanganan bisa segera kita rencanakan,” ujar Bupati Solok, dalam keterangan yang dirilis Dinas Kominfo setempat, Kamis (25/9/2025).
Warga tentu masih menyambut positif, karena menaruh harapan agar benar-benar diperbaiki. Kehadiran Jon firman Pandu, bisalah disebut sebagai penawar kecewa. Mereka berharap perhatian pemerintah daerah dapat segera mewujudkan perbaikan jalan sehingga akses masyarakat, terutama untuk kegiatan ekonomi dan pendidikan, bisa lebih lancar.
Bupati Solok menegaskan, pihaknya akan terus berupaya menyeimbangkan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Solok agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
(Zul Muncak)







